Kader Demokrat, Sindir Patron Politik “SBY-Isme” di Pacitan. Begini Celotehan Masruri Abdul Ghoni

Berita, Politik594 views

Pacitan- Belakangan, nama Masruri Abdul Ghoni, Kepala Bidang Pendidikan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Kabupaten Pacitan, banyak menjadi pergunjingan hebat sejumlah tokoh politik lokal.

Terlebih para loyalis Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sangat alergi atas “kegenitan” dari seorang Masruri Abdul Ghoni, dalam menyikapi kekisruhan di internal partai berlambang bintang mercy itu, akhir-akhir ini.

Layaknya air pancoran, cacian dan juga hinaan mengalir deras kepada sosok mantan guru agama dari salah satu lembaga pendidikan sekolah dasar (SD) di Pacitan tersebut.

Gesekan-gesekan itu muncul, lantaran Masruri Abdul Ghoni, kerap memposting beragam pemberitaan dari konten YouTube maupun media online nasional terkait upaya gerakan pengambilalihan kekuasaan Partai Demokrat (GPK-PD) oleh kubu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Pur) TNI Moeldoko.

Lantas apa tujuan dari kader Demokrat tersebut, dibalik polemik yang bergulir belakangan ini? Ataukah sekedar iseng untuk mencari popularitas semata, atau juga sebagai bentuk protes keras seperti yang dilakukan kubu konggres luar biasa (KLB) Deli Serdang?

Mestinya, bagi seorang Masruri Abdul Ghoni, sudah sangat paham tentang ke eksklusifan budaya politik di Pacitan.

Ketika berbicara kepemiluan, apalagi pemilu kepala daerah, hampir bisa dipastikan, image politik masyarakat seakan tak lepas dari SBY dan Partai Demokrat.

Ya, mungkin ini semacam kaukus kekuatan maha dahsyat, karena SBY dengan Demokratnya, masih menjadi magnet elektroral sangat kuat dan masih sulit untuk terkalahkan.

Saat dikonfirmasi, Masruri mengatakan, kalau penyebaran beragam konten YouTube terkait dinamika KLB atau juga disebut sebagai GPK-PD ke jejaring media sosial dan media komunikasi tersebut, hanyalah sekedar berbagi informasi kepada masyarakat.

“Sebenarnya tiada lain maksud saya kecuali hanya berkeinginan untuk memberikan informasi kepada masyarakat Pacitan, yang mayoritas SBY- isme, dengan lebih cepat dan lebih dini tentang hal-hal negatif yang ada pada Pak SBY, menurut pandangan para pengamat politik di level pusat.

Jadi bukan pendapat pribadi saya,” kata Masruri Abdul Ghoni, yang disampaikan melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp, Selasa (23/3).

Secara lugas, politikus Demokrat yang pernah macong sebagai calon wakil bupati ini menuturkan, kalau dirinya sangat menyadari, bahwa jasa-jasa SBY sangat besar dan luar biasa. Terutama bagi Pacitan dan Indonesia pada umumnya.

“Tujuan lain dari saya adalah, jika nanti kubu Cikeas (AHY, red) benar-benar ‘ambruk’ agar orang-orang Pacitan yang bersikap fanatisme buta terhadap Pak SBY, kersanipun mboten sami kaget lan semaput (agar tidak terkejut dan pingsan),” tutur dia.

Secara sadar, Masruri juga menyatakan, kalau konten-konten YouTube yang ia sebar di banyak media komunikasi dan media sosial tersebut, akan berakibat sangat buruk terhadap dirinya.

“Kebanyakan orang Pacitan pasti marah, membuli, menghina, membodohkan, menghujat kepada saya dengan segala caci maki yang sangat luar biasa.

Tapi biarlah, itu terjadi gak masalah yang penting bagi saya adalah memberikan refrensi kepada masyarakat Pacitan, dari sisi yang tidak sepihak dengan Pak SBY. Dan saya sangat yakin, bahwa pada saatnya nanti masarakat Pacitan Insyaallah akan bisa menyadari realita yang sesungguhnya telah terjadi,” bebernya.

“Saya pun juga masih selalu berdo’a memohon kepada Allah SWT semoga Pak SBY sekeluarga selalu sehat dan selamat, aamiin,” pungkasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed