oleh

Almarhum Mbah Sarton Dimata Wartawan Pacitan. Punya Keluarga Yang Banyak Jasa Kepada NKRI

-Berita, Politik-640 views

Pacitan- Sosok kakek berdarah Jawa-Ambon, Joko Sartono, yang semasa hidupnya sangat getol berjuang di lini Partai Demokrat, kini telah tiada.

Namun begitu, masih banyak warga masyarakat, utamanya para aktivis pergerakan dan media massa yang seakan tak percaya, kalau Joko Sartono atau lebih akrab disapa Mbah Sarton telah berpulang menghadap sang pencipta.

Disepanjang hidupnya, kakek empat cucu itu memang memiliki perangai yang kadang mengudang kontroversi dari sekelilingnya. Mbah Sarton, dikenal sangat kekeh dalam memegang prinsip.

Apalagi ketika disinggung pandangan politiknya tentang Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat. Mbah Sarton pasti akan berapi-api dalam mempertahankan pendapatnya.

Almarhum Joko Sartono alias Mbah Sarton. (F. Yuniardi Sutondo).
Almarhum Joko Sartono alias Mbah Sarton. (F. Yuniardi Sutondo).

Namun, dibalik kontroversi tersebut, mungkin banyak masyarakat Pacitan yang tidak paham kalau almarhum Mbah Sarton, punya keluarga yang banyak berjasa terhadap negeri ini.

Utamanya dibidang teknologi pertanian dan teknologi pembuatan embung. Menurut Sutikno, salah seorang pewarta senior di Pacitan, Mbah Sarton memang punya adik bernama Tutuk Subandhi.

Dia memiliki keahlian dibidang teknologi pertanian dan pembuatan embung. Mahfum saja, lanjut Sutikno, Tutuk adalah seorang profesor dan jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB). “Banyak karya atau temuan dari seorang Tutuk dan diadopsi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tutuk masih adik kandung dari almarhum Mbah Sarton.

Memang banyak keluarga besar Mbah Sarton, yang jadi orang besar dan punya jasa terhadap NKRI,” kata jurnalis yang akrab disapa Gus Tik ini, Senin (29/3).

Bagi sebagian besar masyarakat di Pacitan, mungkin banyak yang tidak paham tentang siapa dan bagaimana Mbah Sarton semasa hidupnya. Yang banyak diketahui, mungkin hanya dari sekilas perjuangannya dalam membesarkan Partai Demokrat.

Padahal selain itu, keluarga besar dari kakek yang juga pernah tercatat sebagai ASN di lingkup Pemkab Pacitan tersebut, terbilang punya prestasi sangat moncer dibidang keilmuan dan teknologi. “Profesor Tutut itu teman sekolah satu listing dengan saya. Jadi saya banyak tahu tentang prestasinya,” tutur Gus Tik.

Selain itu, Mbah Sarton juga punya adik kandung, yang saat ini bekerja sebagai jajaran direksi di PT Petrokimia Gresik. “Setelah beliau wafat, banyak hal-hal positif yang akhirnya terungkap. Semoga beliau mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT. Diampuni segala dosa dan kekhilafannya.

Dan semoga apa yang telah diperjuangkan almarhum Mbah Sarton semasa hidupnya, khususnya dalam membesarkan Partai Demokrat, akan berbuah kenyataan,” pungkas Gus Tik. (yun).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed