Ketua BHR Pacitan : Hisab dan Rukyat Akan Saling Melengkapi

Berita128 views

Pacitan- Semua ormas Islam, dimungkinkan bakal menentukan datangnya bulan suci Ramadhan secara bersamaan.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, akan menggelar kegiatan Rukyatul Hilal untuk penentuan awal Ramadhan 2021 atau 1422 Hijriah pada tanggal 12 April mendatang.

Hal tersebut didasarkan atas Surat Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim Nomor B 1625/Kw.13.6.1/Hk.03.2/03/2021 tanggal 29 Maret 2021.

Memang masih beberapa hari, namun masyarakat sudah mulai antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Bakhrul Husaini, Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Pacitan selaku Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) mengatakan, Kantor Kemenag Kabupaten Pacitan tetap akan melakukan rukyatul hilal sebagai bahan/materi sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1422 H.

“Kegiatan tersebut akan dilakukan pada 12 April 2021, sebagai kelengkapan hasil hisab yang telah dilakukan tim BHR Pacitan,” ujarnya, Senin (29/3).

Badan Hisab Rukyat (BHR) ini, terdiri dari para ulama, umaro’, dan ahli-ahli astronomi.

Bakhrul Husaini menjelaskan, hisab artinya hitung-hitungan, atau menghitung, sedangkan rukyat artinya memantau/melihat secara langsung. Sehingga BHR dalam praktek kegiatannya adalah melakukan hisab dan rukyatul hilal awal-awal bulan penting dalam ibadah agama Islam, yakni bulan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah.

Beberapa organisasi masyarakat di antaranya Muhammadiyah sudah mengumumkan bahwa awal puasa Ramadhan (1 Ramadhan 1442 H) bertepatan dengan tanggal 13 April 2021 M.

Menanggapi hal tersebut, Bakhrul Husaini, menyatakan, bahwa Insyallah, pada saat rukyat nanti tinggi hilal bisa dilihat karena ketinggiannya sekitar 3 derajat di tempat rukyat di ujung Pantai Srau Pacitan.

“Semoga cuaca cerah tidak tertutup kabut/awan sehingga lebih meyakinkan kita bahwa antara hisab dan rukyat sejalan dan saling mendukung.

Umat Islam sudah cukup dewasa dan memahami adanya perbedaan dari metode penentuan awal bulan ini. Namun, kapan kita memulai puasa Ramadhan hendaknya menunggu keputusan pemerintah dari Sidang Itsbat yang dilakukan Kementerian Agama RI,” bebernya.

Beberapa pesan khusus, bagi umat Islam dalam menyambut dan beribadah di bulan Ramadhan 1442 ini antara lain, masyarakat hendaknya selalu menerapkan protokol kesehatan. Mengigat, wabah covid-19 belum berakhir.

Selain itu juga menggiatkan zakat/infaq dan shadaqoh di bulan suci, salah satu tujuannya untuk membantu warga yang terdampak pandemi covid-19. “Secara khusus, nanti kami akan mengeluarkan edaran untuk masyarakat dalam menyambut dan beribadah di bulan Ramadhan,” pungkas Bakhrul Husaini. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed