Libur Empat Hari, ASN Dilarang Berpergian Keluar Daerah

Berita116 views

Pacitan- Pemerintah kembali mengeluarkan aturan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak bepergian keluar daerah selama liburan hari peringatan Isa Al-Masih Tahun 2021 ini.

Begitupun dengan ASN di Pemkab Pacitan.

Larangan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SE Menteri PANRB) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah bagi Pegawai ASN Selama Hari Peringatan Wafat Isa Almasih Tahun 2021 dalam Masa Pandemi COVID-19.

Larangan yang berlangsung selama empat hari ini berlaku untuk para ASN dan keluarganya.

“Aparatur Sipil Negara dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik sejak tanggal 1-4 April 2021,” kata Sekertaris Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putro, memetikan isi surat edaran tersebut, Jumat (2/4).

Berangkat dari aturan tersebut, Pemkab Pacitan, lanjut Heru juga menindaklanjuti dengan surat edaran yang disampaikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Heru menegaskan, pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi ASN selama hari libur nasional tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus positif COVID-19. Terkecuali bagi ASN yang punya alasan khusus sehingga harus bepergian keluar daerah.

Misalnya saja, terang Heru, ASN yang sedang melaksanakan perjalanan kedinasan yang dibuktikan dengan surat tugas dan ditandatangani oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Kepala Satuan Kerja.

Kedua, ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu bepergian ke luar daerah, dengan terlebih dahulu memperoleh izin tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansinya masing-masing.

“ASN yang telah memperoleh izin untuk bepergian ke luar daerah juga harus selalu memperhatikan empat hal, yaitu peta zonasi risiko penyebaran COVID-19 yang ditetapkan Satgas Penanganan COVID-19.

Lain itu, para ASN diwajibkan melakukan upaya preventif demi menekan penyebaran COVID-19 sekaligus menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” pesan top manager birokrasi di Pemkab Pacitan tersebut.

Pada kesempatan yang sama Heru juga menekankan agar ASN wajib melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Kemudian, PPK di kementerian, lembaga, dan pemda diminta melakukan langkah-langkah penegakan disiplin terhadap ASN yang melanggar ketentuan dalam SE tersebut.

ASN yang melanggar ketentuan, akan diberikan hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed