IDI Pacitan : Kemenkes Persempit Screening Kesehatan Bagi Sasaran Penerima Vaksin. Hipertensi Tetap Aman Disuntik Vaksin Sinovac?

Berita105 views

Pacitan- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, sampaikan kabar baik terkait screening kesehatan bagi sasaran calon penerima vaksin.

Sekertaris IDI Kabupaten Pacitan, Johan Tri Putranto menegaskan, berdasar hasil sosialisasi yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan ini hari, banyak hal-hal yang lebih dipersempit dalam pelaksanaan screening kesehatan bagi sasaran calon penerima vaksin.

Menurut Johan, misalnya interval waktu pelaksanaan vaksinasi dari dosis pertama ke dosis kedua, khusus untuk lansia akan dilaksanakan selama 28 hari dan 14 hari diluar lansia. “Namun merujuk hasil sosialisasi yang disampaikan Wamenkes ini hari, semua sasaran vaksin baik lansia ataupun bukan, interval waktu vaksinasi dari dosis pertama ke dosis kedua dilaksanakan selama 28 hari.

Bagi yang sudah berjalan, akan tetap dilanjutkan. Baik 14 hari bagi non lansia ataupun 28 hari untuk lansia,” kata Johan, Kamis (8/4).

Kemudian mengenai tensi darah, semula ada batasan tertentu. Akan tetapi sesuai hasil penelitian terbaru, vaksin sinovac aman disuntikkan tehadap semua sasaran meskipun mengalami hipertensi.

Begitupun bagi penderita penyakit gula atau diabetesi melitus, tidak ada batas tertentu untuk bisa disuntikan vaksin sinovac. “Dulu ada ketentuan dalam kondisi terkendali, atau maksimal 200 mg/dl. Tapi saat ini, screening itu tidak diberlakukan. Pengidap diabetes melitus, aman untuk disuntik vaksin,” jelas dokter yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini.

Vaksin masih harus ditunda, bagi sasaran yang memang mengalami alergi khusus dalam hal vaksinasi.

Misalnya vaksin influenza atau tetanus. Bagi mereka yang memang mengalami alergi khusus, merujuk hasil penelitian, harus ditunda dulu pelaksanaan vaksinasinya.

Selain itu, Johan juga menegaskan, kalau penderita jantung atau cancer dan lupus, memang dilarang untuk disuntik vaksin. “Bagi mantan pasien covid-19 confirm yang sembuh sebelum tiga bulan, juga belum bisa diberikan suntikan vaksin.

Meski sudah tidak menjadi episenter penularan, namun Kemenkes belum merekomendasikan mereka untuk di vaksin,” tandas Johan.

Terakhir, pria yang juga diberi amanah menjadi penanggungjawab wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina bagi pasien covid-19 confirm tersebut mengimbau kepada warga sasaran yang telah divaksin, salah satu point pentingnya agar membatasi aktivitas fisik. “Agar kondisi tetap prima, jangan sampai kelelahan,” pungkasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed