Calon Jemaah Haji Pacitan, Mulai Divaksin Covid-19

Berita153 views

Pacitan- Sehari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sebanyak 51 calon jemaah haji di Pacitan, mengikuti kegiatan vaksinasi.

Pemberian vaksin ini dilakukan sebagai persiapan jika pemerintah Arab Saudi memberikan izin penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan Agus Hadi Prabowo, mengatakan, pemberian vaksin bagi calon jemaah haji di Pacitan baru diberikan bagi 47 orang (calon) jemaah haji yang berusia di atas 60 tahun.

Dosis pertama pemberian vaksin pada hari ini Senin (12/4) ada 26 jemaah dan besok (13/4) ada 21 jemaah.

Dosis kedua diberikan pada tanggal 10-11 Mei 2021. Tempat pemberian vaksin bagi jemaah calon haji Pacitan ini dilakukan di Klinik PKU Muhammadiyah Pacitan.

“Jadi pemberian vaksin dosis pertama yang dilakukan hari ini dan besok total ada 47 jemaah. Sebenarnya total ada 51 jemaah sasaran, ternyata ada jemaah yang sudah vaksin, sakit, dan alasan lain,” kata Agus, Senin (12/4).

Lebih lanjut Agus mengatakan, dalam proses pemberian vaksin tersebut, Kantor Kemenag Pacitan selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menentukan sasaran penerima vaksin, sebagaimana aplikasi Siskohat.

Identitas, usia, alamat hingga nomor telepon calon jemaah haji terdata dengan baik. “Kami tinggal berkoordinasi dengan Dinkes, karena sudah ada data lengkap jemaah haji,” jelas mantan komisioner KPU Pacitan ini.

Masih kata Agus, pemberian vaksin bagi calon jemaah haji ini bukan berarti pemerintah Arab Saudi sudah memberikan izin penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini.

Akan tetapi, lebih pada antisipasi jika sewaktu-waktu penyelenggaraan ibadah haji diizinkan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Vaksinasi bagi calon jemaah haji tersebut, sebagaimana ketentuan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama RI.

Jika Pemerintah Arab Saudi mengizinkan, kondisi jemaah haji Indonesia sudah siap. Sebab pemberian vaksin ini menjadi salah satu syarat seperti vaksin meningitis,” tambahnya.

Beberapa skenario sudah disiapkan Pemerintah Indonesia. Sebab ada kemungkinan, pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan jumlah calon jemaah yang berangkat.

Dia berharap agar seluruh calon jemaah haji yang keberangkatannya tertunda tahun lalu dan kemungkinan juga masih tertunda tahun ini, diharapkan untuk lebih bersabar. Mengingat pandemi global coronavirus disease covid-19, masih berlangsung.

“Kegiatan vaksin bagi jemaah ini bagian dari persiapan, termasuk persiapan yang telah kami lakukan adalah digitalisasi paspor jemaah untuk proses visa dan update data jemaah pada Siskohat pada Kementerian Agama dan Siskohatkes pada Kementerian/Dinas Kesehatan,” pungkas Agus. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed