Pemerhati Adipura Pacitan: “Jangan Asal Tebang Pohon Ayoman”

Berita149 views

Pacitan- “Jangan asal pangkas atau tebang.” Begitulah sekilas komentar salah seorang warga masyarakat Pacitan, begitu membaca pemberitaan mengenai aktifitas personil kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat melakukan pemangkasan dahan serta ranting dari pohon ayoman, Rabu (14/4).

“Jangan asal nebang aja, nanamnya pohon penggantinya juga harus imbang bahkan lebih banyak lagi,” tulis pemerhati Adipura kota kecil nan cantik, Hesti yang disampaikan melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp ke ponsel wartawan.

Selain menyampaikan masukan agar tidak serampangan melakukan pemangkasan pohon ayoman, Hesti juga berpendapat agar DLH memilih tanaman yang kuat akarnya untuk dijadikan pohon pelindung. “Pilih tanaman yang kuat akarnya. Pohon Tanjung yang saat ini dirasa paling efektif,” sebut warganet tersebut.

Hesti juga berpendapat, agar jangan menanam pohon angsana untuk tanaman pelindung. Sebab menurut Hesti, akan banyak sampah dan ketika sudah tumbuh, batang pohon terlampau besar ketika berada di kawasan perkotaan. “Kalau angsana banyak sampah dan terlalu besar, cepet ambruk

Alternatif seperti kiara payung misalnya. Itu juga bagus,” jelasnya.

Lebih lanjut emak-emak dua anak ini mengatakan, salah satu kriteria adanya pohon pelindung, yaitu untuk memberikan tambahan asupan oksigen ke lingkungan perkotaan. “Jadi biar nggak panas,” tukasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed