Dinsos Pacitan Usulkan 13 Ahli Waris Korban Covid-19 Yang Meninggal Untuk Mendapatkan Santunan Dari Gubernur Jatim

Berita92 views

Pacitan- Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, tak tinggal diam begitu muncul kebijakan Gubernur Jatim, mengenai pemberian santunan tehadap korban covid-19 yang meninggal dunia.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Gubernur Jatim Nomor 460/5026/107.4.07/2021 tentang Pemberian Santunan Korban Meninggal Akibat Terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Sunaryo mengatakan, awalnya Kementrian Sosial RI menelorkan kebijakan bahwa setiap ahli waris korban covid-19 confirm yang wafat, akan menerima santunan sebesar Rp 15 juta.

Namun kebijakan tersebut dianulir pada tahun anggaran 2021 ini. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kemensos RI bernomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tertanggal 18 Februari 2021, yang menimbulkan perasaan kecewa bagi ahli waris korban. “Dari persoalan tersebut, Gubernur Jatim membuat kebijakan baru untuk tetap memberikan santunan kepada ahli waris korban covid-19 yang meninggal dunia. Hanya saja besarannya tidak Rp 15 juta, melainkan Rp 5 juta.

Surat Edaran Gubenur Jatim itu sudah kami tindak lanjuti sampai ke kecamatan,” kata Sunaryo, Sabtu (17/4).

Pada tahap pertama ini, lanjut dia, Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, akan mengusulkan sebanyak 13 ahli waris calon penerima santunan.

Sebab mereka sudah pernah mengusulkan ke Kemensos RI, namun ditolak karena kebijakan pemberian santunan sebesar Rp 15 juta hanya berlaku pada tahun anggaran 2020. “Tahap pertama sudah kita usulkan sebanyak 13 ahli waris korban covid-19 yang meninggal, sebagai calon penerima santunan.

Tahap berikutnya, kami juga masih menunggu usulan dari para ahli waris yang ditunjuk untuk segera kami sampaikan ke Pemprov Jatim,” jelasnya.

Sementara itu mengacu pada ketentuan surat Gubernur Jatim dimaksud, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi oleh ahli waris korban covid-19 confirm yang meninggal dunia.

Adapun persyaratan dimaksud diantaranya surat keterangan meninggal akibat covid-19 dari rumah sakit/ puskesmas atau Dinas Kesehatan. Kemudian surat keterangan ahli waris, foto copy kartu keluarga korban dan ahli waris, foto copy KTP korban dan ahli waris, dan foto copy rekening yang masih aktif atas nama ahli waris yang ditunjuk. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed