oleh

Peringatan Hari Kartini : Ini Satu-Satunya Pesilat Wanita di Pacitan Yang Dipercaya Sebagai Ketua Ranting PSHT

-Berita-2.511 views

Pacitan- Sebelum emansipasi dicetuskan oleh Kartini, wanita seakan menjadi budak yang hina oleh kaum Adam.

Wanita dinilai sebagai kaum lemah, tak bisa berbuat apa-apa. Orang Jawa bilang wanita hanya bisa masak, macak dan manak.

Namun semenjak Raden Ajeng (RA) Kartini terlahir sebagai sosok reformis bagi perempuan kala itu, contoh dan tauladan banyak ia berikan kepada kaumnya. Wanita bukanlah budak, seperti anggapan lama kaum pria.

Kini, teriring lahirnya emansipasi tersebut, kaum hawa banyak memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan. Tak ada lagi skat atau jurang pemisah antara kaum wanita dan pria dalam meniti karir kehidupan.

Bahkan tak sedikit dari para emak-emak, yang memiliki prestasi jauh melebihi kaum Adam.

Baik itu di dunia politik, hingga lahirnya presiden wanita pertama di Indonesia, yaitu Megawati Soekarnoputri, dan ketokohan dibidang lainnya.

Tak terkecuali di dunia persilatan. Banyak dari kaum hawa yang punya prestasi moncer. Seperti misalnya, Devi Anikha Latifa ini.

Wanita asal Desa Tremas, Kecamatan Arjosari ini, menjadi satu-satunya Ketua Pengurus Ranting Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Pacitan. Bahkan di Provinsi Jatim, hanya ada satu pesilat wanita yang dipercaya sebagai nahkoda di level ranting dari perguruan silat bertaraf internasional tersebut.

Dok
Dok

Seiring peringatan Hari Kartini, yang jatuh pada Rabu 21 April 2021, Devi mengajak kepada seluruh kaum hawa untuk tidak menyerah dengan keadaan.

“Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang,” kata Devi memetikan semangat yang pernah disampaikan R.A Kartini.

Pesilat yang juga masih keluarga besar dari Pondok Pesantren Tremas ini, juga mengajak kepada seluruh generasi muda khususnya para cewek, untuk ikut berperan serta dalam melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan leluhur.

Namun disisi lain, lanjut Devi, wanita juga jangan lupa dengan kodratnya. Selain sebagai seorang istri, juga ibu dari anak-anaknya kelak. “Berkarir dan berprestasi itu perlu. Tetapi sebagai wanita kita juga harus sadar dengan kodrat yang ada. Kelak nanti, kita akan menjadi istri dan seorang ibu dari anak-anak kita,” tandasnya. (yun).

Dok
Dok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed