oleh

Kepala Bappenda Pacitan Sakundoko, Keturunan Ke- 7 Dari Syeh Yahudo? Begini Sekilas Ceritanya

-Berita-3.221 views

Pacitan- Tak salah bila selama ini, Pacitan dikenal sebagai gudangnya para linuwih. Sebab dalam sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa, Kabupaten Pacitan, banyak didatangi para masyaih dan juga para wali, yang dikenal sakti mandraguna.

Salah satu bukti, adanya makam Syeh Yahudo, yang berlokasi di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo.

Semasa hidupnya, Eyang Yahudo dikenal sebagai tokoh pendiri pondok pesantren yang ada di tanah Jawa. Beliau juga seorang ulama besar, dalam mensyiarkan Islam di bumi Pacitan.

Dibalik kebesaran namanya sebagai ulama, para keturunan Syeh Yahudo, sekarang ini juga banyak yang menjadi “orang besar” atau pejabat di pemerintahan.

Sebut saja seperti Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. Emil merupakan salah satu trah keturunan Eyang Yahudo.

Sedangkan di Pacitan sendiri, ada nama Sakundoko, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Menurut pemerhati sejarah Islam di Pacitan, Sukatno, banyak keturunan Syech Yahudo, yang saat ini ikut mewarisi kebesaran sang ulama kondang di tanah Jawa tersebut.

Seperti misalnya Sakundoko. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pacitan tersebut merupakan keturunan ke-7 dari Syeh Yahudo.

Sakundoko adalah cucu dari Kyai Minhadji, yang kala itu menjabat sebagai Naib Prigi, Kabupaten Trenggalek. “Maka tak heran, bila selama ini Pak Sakundoko, seakan punya kekuatan ghaib yang menyebabkan dirinya masih tetap eksis berada di pemerintahan. Sebab bagaimanapun juga beliau masih cucu seorang wali kondang,” ujar Sukatno, Ahad (25/4).

Sekilas sejarah, Sakundoko, memang pernah menjadi korban rezim pemerintahan kala itu.

Ia yang semula duduk sebagai pejabat eselon IIb di Pemkab Pacitan, namun karena dianggap berseberangan oleh rezim pemerintahan, akhirnya ia dicopot sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan hanya dijadikan staf.

Dok
Dok

Tentu, ini sangat menyakitkan bagi seorang Sakundoko, yang kala itu sudah memiliki pangkat/golongan sangat tinggi.

Namun semua itu ia jalani dengan sabar. Sampai akhirnya, di masa pemerintahan Bupati Indartato, Sakundoko kembali dipercaya menjabat sebagai kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sampai detik ini. “Mungkin kalau bukan cucu wali, akan beda ceritanya,” terang Sukatno.

Lebih lanjut, Sukatno mengatakan, sempat beredar kabar, kedepan setelah pensiun dari abdi negara, Sakundoko akan kembali pulang ke Ponorogo dan hendak macung sebagai calon wakil bupati. “Kabarnya seperti itu. Dan saya rasa itu sah-sah saja. Sebab beliau memang memiliki trah wali,” tandasnya. (yun).

Dok
Dok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed