Relawan dan Masyarakat Di Nawangan Berikan Support Untuk Aji dan Gagarin

Berita254 views

Pacitan- Ucapan selamat juga datang dari jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Pacitan, atas rencana pelantikan Bupati dan wakil Bupati Pacitan, masa jabatan 2021-2024, yang diselenggarakan Senin (26/4) besok.

Sekretaris DPD Partai Golkar Pacitan, Lancur Susanto mengatakan, relawan dan masyarakat di Kecamatan Nawangan, dari berbagai lapisan selalu berdoa untuk pasangan Indrata Nur Bayuaji-Gagarin, dalam menjalankan pemerintahan di Pacitan, nantinya.

Hal itu, lanjut Lancur, seperti yang di sampaikan Suyanto warga masyatakat Desa Penggung. “Doa kami selalu untuk pasangan Pak AJI dan Pak Gagarin, semoga amanah dalam memajukan Pacitan,” kata Lancur, memetikan pernyataan yang disampaikan salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Nawaangan, Ahad (25/4).

Hal senada juga disampaikan Relawan Muda, Kecamatan Nawangan. Organisasi massa dibawah kendali Haryadi Widodo ini juga menyampaikan doa tulus kepada Aji dan Gagarin. “Kami selalu berdoa, agar mereka berdua yaitu Mas Aji dan Mas Gagarin, amanah dalam memimpin Pacitan kedepan,” tutur Hariyadi, secara terpisah.

Tak hanya itu, untaian doa dan dukungan juga datang dari Karmidi. Kakek 90 tahun ini, sangat bersemangat ketika mendengar kabar akan segera dilantiknya pasangan Aji dan Gagarin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pacitan.

Kakek uzur itu hanya bisa berucap doa. Semoga di pemerintahan Aji dan Gagarin nantinya, Kabupaten Pacitan bakal semakin maju. “Rakyat makmur, murah sandang pangan, lan tetep diparingi sehat yo ngger,” ujar Mbah Karmidi memberikan semangat kepada Aji dan Gagarin.

Sekalipun berjauhan, namun tak membuat semangat Mbah Karmidi luntur, untuk terus memberi support kepada duet pasangan kepala daerah yang masih berusia muda tersebut.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih pada perhelatan Pilbup serentak 9 Desember lalu, akan mengikuti agenda pelantikan di Grahadi, Pemprov Jatim, Senin (26/4).

Mengingat saat ini pandemi global coronavirus disease covid-19, belum usai, pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri, membuat kebijakan, bahwa prosesi pelantikan dilaksanakan dengan mekanisme hybrid.

Yaitu hanya dihadiri calon pasangan kepala daerah beserta istri. Sedangkan untuk tamu undangan, seperti Ketua DPRD, Forkompinda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan keluarga, hanya mengikuti prosesi pelantikan secara daring di ibukota kabupaten/kota. (yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed