Jubir GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan: Perlu Diingat Pacitan Masih Di Zonasi Orange Sebaran Coronavirus. Benarkah Strain Baru Covid-19 Dari Eropa Sudah Masuk Di Jatim?

Uncategorized109 views

Pacitan- Bencana non alam coronavirus disease covid-19, belakangan kian mengganas. Kabar kekinian, strain baru covid-19 dari Eropa, konon sudah masuk di wilayah Provinsi Jatim.

Kendati begitu, wartawan belum mendapatkan konfirmasi pasti dari gugus tugas, mengenali kabar adanya strain baru covid-19 dari Eropa tersebut.

Juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto mengatakan, masyarakat diharapkan jangan sampai lengah menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

“Kita ketahui, disepanjang Ramadhan ini, protokol kesehatan terkesan diabaikan. Coba kita lihat saat menjelang berbuka puasa. Di alun-alun atau titik-titik lokasi penjualan takjil, masyarakat berkerumun dengan mengabaikan protokol kesehatan.

Silakan kalau mau melanggengkan tradisi ngabuburit atau berbelanja kebutuhan untuk berbuka. Akan tetapi porotokol kesehatan, utamanya 3M jangan sampai kendur,” kata Rachmad, Kamis (6/5).

Lebih lanjut, mantan Kepala Dispendukcapil Pacitan ini mengatakan, perlu dipahami masyarakat, belakangan ledakan kasus covid-19 confirm terjadi dibeberapa daerah di Jatim.

Mayoritas sumber sebaran berasal dari klaster pengajian dan sholat tarawih. Karena itu, persoalan tersebut diharapkan untuk dijadikan perhatikan bagi masyarakat luas. “Perlu diingat pula, saat ini Pacitan masih berada di zonasi orange sebaran covid-19. Ini patut untuk tetap diwaspadai,” tutur pejabat eselon IIb ini.

Rachmad tak berharap, kasus di India akan terjadi di Asia bahkan Indonesia. Sekalipun di beberapa negara tetangga, ledakan kasus covid-19 gelombang kedua sudah berlangsung. Seperti di Malaysia, Thailand, Vietnam dan juga Philipina.

Oleh sebab itu, tak salah bila pemerintah saat ini memberlakukan peniadaan mudik dengan melakukan penyekatan di kawasan perbatasan, mulai tanggal 6 Mei sampai 17 Mei mendatang.

“Jangan merasa kebal dari paparan covid-19, sekalipun sudah divaksin. Vaksinasi bukan jaminan seseorang bisa terbebas dari infeksi virus SARS-CoV-2,” tukas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan ini. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed