Refocusing Anggaran, Serapan Belanja Daerah Baru Menyentuh Angka 9 Persen

Uncategorized103 views

Pacitan- Pandemi global coronavirus disease covid-19, memang berdampak dibanyak sektor perekonomian masyarakat.

Begitupun penatausahaan keuangan daerah juga sempat tersendat, gegara adanya kebijakan refocusing anggaran, guna penanganan kasus covid-19.

Merunut kabar yang diterima awak media, hingga kuwartal pertama tahun anggaran 2021 ini, serapan APBD utamanya pada pos belanja daerah, masih sangat rendah.

Kabid Perbendaharaan dan Anggaran BPKAD Pacitan, Surono mengatakan, merujuk laporan realisasi anggaran (LRA), serapan belanja daerah sampai akhir April lalu baru menyentuh angka 9,73 persen dari total belanja daerah sebesar kurang lebih Rp 1,670 miliar.

“LRA belanja daerah masih rendah. Pada kondisi normal, sebelum adanya pandemi global coronavirus disease covid-19, rata-rata sudah mencapai 15-20 persen,” kata pejabat yang akrab disapa Nano ini, Kamis (6/5).

Lebih lanjut Nano mengungkapkan, untuk belanja operasi, dari pagu anggaran sebesar Rp 1,138 miliar, baru terealisasi sebesar 11,23 persen.

Kemudian untuk belanja modal dari pagu sebesar Rp 217 miliar, baru ada penyerapan sebesar 0,36 persen. Untuk belanja transfer yang meliputi belanja bagi hasil dan bantuan keuangan dari pagu anggaran sebesar Rp 300 miliar, baru terealisasi sebesar 8 persen.

“Realisasi terbesar ada di pos belanja tak terduga. Dari pagu anggaran sebesar Rp 13 miliar, terealisasi sebesar 73,85 persen.

Satu diantaranya pengembalian bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jatim sebesar Rp 9 miliar, yang diperuntukkan hibah kepada Yayasan Yudhoyono Faundation untuk pembangunan Museum dan Art Galeri SBY-Ani,” sebutnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed