Gubernur Khofifah Duga Ada Kesalahan Data Soal Kemiskinan di Pacitan

Uncategorized123 views

Pacitan- Angka kemiskinan di Pacitan diklaim masih bertengger dikisaran 14,54 persen. Akan tetapi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menegaskan, kalau angka pengangguran terbuka di Pacitan, itu terendah di Jatim.

“Kenapa angka kemiskinan tinggi, mungkin ini ada inclution atau exclution data yang salah. Jadi ini perlu pencocokan data.

BPS perlu diajak cocokan. Perasaan saya, kemiskinan tidak setinggi itu,” kata Khofifah, dalam sambutannya pada rapat paripurna DPRD terkait serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Jumat (7/5).

Kemudian soal guru, lanjut Khofifah, juga perlu digitalisasi sistem, untuk melihat potensi guru. “Kemudian kita juga melihat dari digitalisasi sistem bagaimana kebutuhan petani.

Saat ini petani porang sedang happening. Dan ada petani porang non hutan. Ini menjadi kurang baik ketika porang ditanam dibawah naungan. Nanti kedepan bisa kita inisiasi,” jelasnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Jatim ini menegaskan, bahasa membangun di Jatim tidak bisa dilaksanakan secara simetris. Namun harus secara asimetris. Sebagai contoh pendekatan pembangunan di Madura, tidak akan sama dengan di Mataraman. “Madura dengan tapal kuda saja yang sama-sama berbahasa Madura, itu berbeda.

Kenapa saya minta Bakorwil itu tetap ada dan seterusnya. Jadi ada format-format harmonius partnership yang harus kita bangun. Karena keberagaman kultur dan subkultur yang ada di ada di Jatim. Belum lagi stratifikasi sosial dan stratifikasi ekonomi dan seterusnya,” terang mantan Menteri Sosial RI ini. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed