Gempa Megatrust, BMKG Siapkan EWS. Begini Penjelasan Kalak BPBD Pacitan

Uncategorized148 views

Pacitan- Gempa tektonik dengan magnitudo besar yang berpotensi terjadinya gelombang tsunami, dimungkinkan bisa berlangsung di Pacitan.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan lebih mengedepankan mitigasi secara mandiri sesuai arahan yang disampaikan BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Meski, hingga detik ini belum ada kemampuan teknologi ataupun ilmu pengetahuan untuk bisa mendeteksi kapan terjadinya gempa tektonik

Selain itu, guna memberikan informasi awal seandainya terjadi gempa yang berpotensi terjadinya gelombang tsunami, BMKG telah meletakkan dua early warning sistem (EWS). Satu diantaranya di Cuik, Kelurahan Ploso dan di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo Pacitan.

Lantas bagaimana kondisi kedua EWS Tersebut? Berikut penjelasan Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo.

Menurut Didik, satu alat EWS yang terletak di Cuik, kondisinya sangat terawat dan bisa memancarkan sinyal berupa sirine ketika terjadi gempa pada kekuatan tertentu. “Setiap tanggal 26 BMKG selalu melakukan maintenance. Dan Alhamdulillah alat tersebut, masih berfungsi dengan baik,” kata Didik, Senin (24/5).

Sedangkan satu EWS lagi, terpasang di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo. Hanya saja, keberadaan alat tersebut belum sesempurna yang berlokasi di Cuik. “Saat ini masih tahapan trial. Ya sekitar 90 persen progresnya. Tak lama lagi alat tersebut sudah ready seperti yang ada di Cuik,” jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Didik juga menyinggung bahwa bencana kekeringan saat ini masih berstatus siaga.

Namun demikian, BPBD secara regular terus melakukan droping air bersih, sesuai permintaan masyarakat. “Alhamdulillah, kita masih berstatus siaga. Belum pada tanggap ataupun darurat,” terang Didik. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed