Pacitan Masuk Kategori Sedang Terkait Penyerapan APBD Tahun Anggaran 2021

Pacitan- Sekalipun terbilang mengalami perlambatan, gegara kebijakan penerapan aplikasi sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD) dalam penatausaaan keuangan daerah, akan tetapi pemerintah pusat masih menempatkan Kabupaten Pacitan pada kategori menengah dalam hal penyerapan APBD tahun anggaran 2021.

Kabid Perbendaharaan dan Anggaran BPKAD Pacitan, Surono mengatakan, untuk kategori cepat, ada 10 provinsi dan kabupaten/kota diseluruh Indonesia.

“Pacitan masuk kategori sedang dari 498 provinsi dan kabupaten/kota diseluruh Indonesia. Adapun prosentase serapan diantara 10-30 persen,” kata Surono, Jumat (28/5).

Sementara untuk provinsi, kabupaten/kota dengan serapan rendah atau dengan prosentase serapan dibawah 10 persen, ada 19 provinsi, kabupaten dan kota.

Pada kesempatan yang sama, pejabat eselon III B ini juga menyampaikan perangkaan pendapatan dan belanja daerah, terhitung sampai tanggal 15 Mei 2021.

Informasi tersebut dilaporkan sebagai berikut:

Total pendapatan daerah tercatat sebesar Rp 1.641.482.629.460 dan realisasi sebesar Rp 433.076.852.716,54 atau setara 26,38 persen.

Adapun rinciannya meliputi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 200.687.644.604 dan realisasi sebesar Rp 20.306.152.675,54 atau setara 10,12 persen.

Pendapatan transfer sebesar Rp 1.395.133.984.856, dan realisasi sebesar Rp 412.770.700.041 atau setara 29,59 persen.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah, sebesar Rp 45.661.000.000, dan realisasi 0 rupiah.

Untuk belanja daerah sebesar Rp 1.659.585.981.963 terealisasi sebesar Rp 347.275.729.772 atau setara 20,93 persen.

Adapun rinciannya meliputi belanja operasi sebesar Rp 1.161.715.361.398, terealisasi sebesar Rp 303.012.171.795 atau setara 26,08 persen.

Belanja modal sebesar Rp 187.307.215.920 terealisasi sebesar Rp 2.688.143.840 atau setara 1,44 persen.

Belanja tak terduga sebesar Rp 13.150.167.507 terealisasi sebesar Rp 9.600.000.000 atau setara 73,00 persen.

Belanja transfer sebesar Rp 297.413.237.138 terealisasi sebesar Rp 31.975.414.137 atau setara 10,75 persen. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed