Bupati Aji Mengapresiasi Tinggi Budaya Gotong-Royong Yang Masih Di Uri-Uri Masyarakat

Pacitan- Budaya gotong royong masih menjadi tradisi masyarakat di Kabupaten Pacitan, dalam menjalankan kehidupan sosial. Mereka masih menjunjung tinggi, tradisi adiluhung peninggalan nenek moyang tersebut dan masih di uri-uri hingga akhir jaman nantinya.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi sifat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Pacitan. Rasa kagum sang pemimpin itu terucap saat meresmikan Masjid Al Ikhlas di Lingkungan Gantung Kelurahan Pacitan. Tempat ibadah yang berdiri megah tersebut sebagian besar dana pembangunannya berasal dari swadaya masyarakat. Padahal, masjid yang sudah mengalami tiga kali renovasi itu menghabiskan anggaran lebih dari Rp. 1 milyar.

“Jadi ternyata semangat kebersamaan atau swadaya masyarakat itu lebih tinggi dibanding bantuan dari APBD”, ungkap Bupati, Kamis (10/06).

Dengan anggaran pembangunan mencapai sebesar itu wajar jika Bupati memberikan pujian. Karena, mengandalkan bantuan dari pemerintah tidak mungkin cukup. Tahun ini saja pemkab hanya mampu mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 4,3 milyar lebih dari APBD. Dana tersebut sudah teralokasikan untuk pembangunan dan renovasi 131 masjid dan mushola.

Untuk itu Mas Aji mendorong masyarakat tetap mempertahankan budaya goyong royong ini guna mendukung pembangunan di Kabupaten Pacitan. Bantuan dari pemerintah hanyalah bersifat stimulan. Terlebih dalam situasi pandemi seperti saat ini pemerintah terpaksa melakukan refocusing anggaran untuk penanganan dan pencegahan covid 19

“Modal sosial seperti ini sangat membantu pemerintah untuk bersama membangun Pacitan”, katanya.

Selain meresmikan masjid, Mas Aji juga melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Madin Al Ikhlas di kompleks masjid. Orang nomor satu di Pacitan itu juga menyerahkan bantuan uang untuk pembangunan madrasah.(red/humas/yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed