Dinas PUPR Pacitan Pastikan, Ambrolnya Bendungan Di Jetis Kidul Segera Ada Penanganan Kedaruratan

Uncategorized117 views
Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro.
Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro.

Pacitan- Masyarakat yang bermukim tak jauh dari area bendungan ambrol di Desa Jetis Kidul, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak perlu terlampau resah.

Usai terjadinya keretakan beberapa bagian bangunan bendungan, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji langsung menuju lokasi guna melihat secara dekat, bagian konstruksi bendungan yang ambrol tersebut.

Pada hari yang bersamaan, bupati juga memerintahkan dinas terkait, untuk berkoordinasi dengan balai besar wilayah sungai (BBWS), agar secepatnya dilakukan langkah-langkah kedaruratan.

Hal tersebut dibenarkan, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, Kamis (24/6).

Bupati Aji saat meninjau bagian bendungan yang ambrol.
Bupati Aji saat meninjau bagian bendungan yang ambrol.

“Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandar, Tegalombo dan Nawangan pada tanggal 21 Juni 2021 kemarin, berdampak pada kerusakan check dam Kedungsapi di Sungai Pradah tepatnya di Desa Jetis Kidul Kecamatan Arjosari,” kata Yudo dalam siaran persnya.

Menurut Yudo, kerusakan terjadi pada bagian sub dam dan sayap hilir bagian kiri dari bangunan penahan sedimen yang juga difungsikan sebagai bangunan pengambilan irigasi.

Akibatnya, pasokan air irigasi menuju sawah saat ini terganggu.

“Dalam jangka pendek kita akan berupaya untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi kedungsapi agar dapat kembali seperti semula, melayani kebutuhan air irigasi seluas 32 hektar yang meliputi 3 desa yaitu Jetis Kidul, Kedungbendo dan Mangunharjo,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Yudo, menindaklanjuti arahan bupati, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan BBWS bengawan Solo, dan mereka siap melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk pengamanan serta mencegah kerusakan yang lebih besar.

Sedangkan untuk penanganan yang bersifat permanen akan diupayakan untuk bisa dialaksanakan pada tahun 2022,” tandas Yudo. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed