Ini Sekilas Kisah ASN Di Bapenda Pacitan, Yang Rela Menjadi Pekerja Sosial Memulasara Jenazah. Termasuk Jenazah Pasien Covid-19 Confirm

Uncategorized631 views

Pacitan- Bagi sebagian orang, melakukan pemulasaraan jenazah, mungkin suatu pekerjaan yang jarang diminati.

Apalagi ditengah badai pandemi covid-19 ini. Banyak orang menjauh, ketika hendak dimintai bantuan untuk ngurusi mayat pasien terpapar virus SARS-CoV-2.

Namun berbeda dengan yang dijalani salah seorang ASN di lingkup Pemkab Pacitan, Nurgianto, atau lebih akrab dengan panggilan Pak Nur ini.

Meski bekerja sebagai abdi negara, namun tak membuat pria paruh baya ini risih atau jijik untuk ikut membantu memulasara jenazah. Termasuk tehadap mayat korban covid-19.

“Semua saya lakukan karena panggilan jiwa, untuk membantu sesama. Harapannya, agar keluarga yang ditinggalkan merasa tenang. Dan almarhum/almarhumah bisa segera dikebumikan sesuai ajaran agama masing-masing,” kata Pak Nur, yang saat itu tengah bertandang ke warung kopi Timur Pendopo Pemkab Pacitan, Senin (26/7).

Menurutnya, aksi sosial yang dilakukannya itu sudah ia jalani sejak puluhan tahun silam. Bukan hanya dimasa pandemi global coronavirus disease covid-19 ini saja.

Bahkan tak jarang, ia juga pernah membantu mengevakuasi jenazah korban gantung diri atau warga yang meninggal di rumah, sementara pihak keluarga tak sanggup untuk melakukan pemulasaraan. “Pokoknya ketika dikabari ada berita duka dari tetangga, saya langsung bawa pisau dan gunting.

Tujuannya, kalau seandainya jenazah masih memakai baju atau celana, bisa segera saya gunting. Jadi lebih cepat untuk segera disucikan dan dikebumikan,” tutur ASN di lingkup Bappenda Pacitan ini.

Dalam melaksanakan aksi sosial tersebut, ia tak pernah meminta imbalan apapun. Atau pujian dari masyarakat luas. “Ini benar-benar ketulusan hati dalam membantu sesama,” tegasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed