Kepositifan Covid-19 dan Bed Occupancy Rate Terus Menurun. IDI Pacitan, Sikekeh Tetap Dirikan Rumah Sakit Lapangan

Pacitan- Angka kepositifan dari infeksi virus SARS-CoV-2, serta bed occupancy rate terus menunjukkan tren penurunan. Demikian juga kasus kematian, sudah lebih bisa ditekan.

Namun begitu, hal tersebut tidak akan memengaruhi rencana gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, untuk mendirikan rumah sakit lapangan di kawasan wisma atlet, Lingkungan Jaten, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan.

Pernyataan tersebut sebagaimana diungkapkan, Sekertaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, Johan Tri Putranto, Selasa (27/7).

Johan mengatakan, kasus kepositifan nasional serta bed occupancy rate, terus mengalami penurunan signifikan. Tentu hal tersebut berbanding linier dengan semua daerah, khususnya Jawa dan Bali. Termasuk juga di Pacitan, yang diharapkan terus mengalami penurunan.

“Nasional dan daerah tentu sama. Kita melihatnya seperti di Jakarta sudah menurun jauh. Demikian juga dengan kabupaten/kota penyangga lainnya,” jelasnya.

Sekedar informasi, lanjut Johan, di masa PPKM Darurat dilaksanakan, kasus kepositifan mencapai 28 ribu lebih. Sementara detik ini, sudah jauh menurun hingga di level 50 persen lebih.

Ini sebagai bukti kerjasama yang baik dengan semua pihak. Baik unsur kesehatan, aparat TNI/Polri dan seluruh stakeholder yang ada, yang telah berperan aktif dalam menekan laju perkembangan kasus kepositifan covid-19.

Kendati demikian, lanjut dokter yang juga dipercaya mengendalikan wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina bagi pasien covid-19 confirm tersebut, masyarakat jangan sampai lengah untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Yaitu 5M, memakai masker, menjaga jarak fisik dan menghindari berkerumun, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, minimal selama 20 detik, sebelum menyentuh mata, mulut dan hidung.

Selain itu juga, hindari mobilisasi lintas daerah yang tidak perlu. Lebih baik tetap tinggal di rumah dan selalu terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan 5M tersebut.

“Kita ingat sejarah wabah penyakit, selama prokes dari hulu hingga hilir terus berjalan, Insyaallah akan bisa dikendalikan. Namun apabila hulunya ambruk, hilirnya pasti kian memburuk.

Karena alasan itulah, terkait rencana upgrade wisma atlet menjadi rumah sakit lapangan, terus berlanjut,” pungkasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed