Empat Warga Pacitan Harus Berpulang. Ratusan Lainnya Menyusul Terpapar Coronavirus. IDI Berpesan, Jauhi Penyakitnya Namun Jangan Jauhi Orangnya

Pacitan- Tsunami Covid-19 gelombang kedua, rupanya masih terus berlangsung di Kabupaten Pacitan. Ratusan nyawa hanya meninggalkan sebuah nama di ukiran batu nisan tempat pemakaman umum.

Mereka lebih dulu berpulang, menghadap sang pencipta lantaran terpapar virus SARS-CoV-2.

Seperti yang disampaikan gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, ini hari Rabu (28/7).

Empat nyawa warga masyarakat, melayang ke akhirat karena sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi covid-19. Tak hanya itu, GTPP juga merilis adanya 105 warga yang kembali menyusul terinfeksi dan 63 pasien menyusul sembuh.

Mewakili GTPP, penanggung jawab wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina bagi pasien covid-19 confirm, Johan Tri Putranto, turut berdukacita atas wafatnya sejumlah pasien, gegara terinfeksi virus SARS-COV-2.

“Bagi mereka yang sehat, atau saat ini tengah menjalani perawatan, saya tekankan, agar tetap melaksanakan protokol kesehatan. Ingat, hanya dengan cara itu, untuk bisa menangkal paparan covid-19,” kata Johan.

Meski terjadi ledakan kasus kepositifan covid-19, dan juga kasus kematian, namun sebagai seorang dokter, Johan mengimbau agar masyarakat bisa meninggalkan stigma buruk terhadap pasien yang saat ini terpapar virus SARS-CoV-2. “Jauhi penyakitnya, namun jangan jauhi orangnya. Silaturahmi tetap terjalin, sekalipun dengan jaga jarak fisik atau dengan menggunakan sarana alat komunikasi,” pesannya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed