Ratusan Pasien Covid-19 Confirm Di Pacitan Yang Wafat, Mayoritas Karena Penyakit Penyerta

Uncategorized147 views

Pacitan- Ratusan warga Pacitan, harus berpulang seiring masih maraknya wabah covid-19.

Sebagaimana data yang berhasil dihimpun media dari gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, hingga Selasa (27/7), kasus kematian sudah mencapai 132 orang, dan probable sebanyak 16 orang.

Lantas apakah dari ratusan korban tersebut murni karena paparan covid-19 ataukah karena sebab penyakit lainnya?

Menurut Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat, Johan Tri Putranto, memang mayoritas pasien covid-19 confirm yang wafat, ada penyakit penyerta atau komorbit.

“Mayoritas memang nada komorbit atau penyakit penyerta. Sehingga ketika mereka terpapar covid-19, akan semakin memperburuk kondisi kesehatannya,” kata dokter yang juga dipercaya sebagai nahkoda UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, Rabu (28/7).

Namun begitu, lanjut Johan, juga ada beberapa dari mereka yang murni karena terinfeksi virus SARS-COV-2. “Ada juga yang murni karena covid-19. Namun jumlahnya relatif kecil,” sambungnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjadi penanggung jawab wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina bagi pasien covid-19 confirm tersebut mengungkapkan, usia juga sangat memengaruhi kondisi kesehatan pasien, disaat virus SARS-CoV-2 bersarang di dalam tubuhnya. “Jadi usia lanjut, itu juga bagian dari penyakit penyerta. Ini sangat berisiko tinggi ketika ada paparan covid-19 jenis apapun,” tutur dia.

Mengingat keganasan dari virus yang diklaim berasal dari daratan China tersebut, Johan tak bosan-bosannya mengimbau kepada khalayak luas, agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak fisik dan menghindari berkerumun, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dan meminimalisir mobilisasi lintas daerah, itu merupakan ‘senjata’ paling ampuh, untuk menangkal paparan covid-19.

Ingat, sayangi diri dan keluarga anda dari infeksi virus mematikan ini,” pungkasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed