Badai Pandemi Covid-19, Ekonomi Nelayan Pacitan Terjun Bebas. Begini Penjelasan PLT Kepala Dinas Perikanan

Uncategorized231 views

Pacitan- Wabah global coronavirus disease covid-19, membuat lumpuh sejumlah sektor perekonomian masyarakat. Tidak terkecuali sektor perikanan tangkap.

Sudah hampir setahun lebih, produksi ikan laut di Kabupaten Pacitan, mengalami penurunan cukup berarti. Persoalan tersebut lebih disebabkan, banyaknya nelayan andon yang melempar sauh, lantaran kondisi yang tidak memungkinkan.

Mereka memilih tidak melaut dan banyak yang kembali ke daerah asal. Sementara untuk nelayan lokal, hasil tangkapan tak begitu maksimal. Mengingat sarana dan prasarana yang cupet.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Pacitan, Sumoro Hadi, mengatakan, semenjak terjadinya badai pandemi, memang banyak nelayan andon yang pulang kampung.

Tentu persoalan ini, sedikit banyak memengaruhi hasil produksi perikanan. “Saat ini hasil tangkapan nelayan banyak mengalami penurunan. Selain masalah covid-19, juga kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Kalaupun ada nelayan yang melaut, jumlahnya relatif kecil. Dipaksa sekalipun, hasilnya sangat minim dan tidak bisa menutup biaya operasional mereka saat berada ditengah samudera,” kata Sumoro, Kamis (29/7).

Kendati begitu, lanjut mantan Camat Donorojo ini, produksi ikan masih tetap berlangsung. Merunut data hingga akhir Juni lalu, total tangkapan ikan nelayan dari 25 jenis ikan dan rumput laut tercatat sebanyak 4.700.410 kilo gram (kg) dengan nilai rupiah sekitar Rp 75.117.005.

“Banyak mengalami penurunan memang. Namun setidaknya sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, hasil tangkapan terbanyak masih ikan jenis tongkol, yaitu sebesar 2.173. 307 kg. Kemudian disusul layur sebanyak 849.358 kg dan Tuna sebanyak 422.637 kg. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed