Vaksin Sinovac Hanya Bertahan Enam Bulan? Ini Penjelasan Kadinkes Pacitan

Uncategorized222 views

Pacitan- Vaksinasi massal masih terus berlangsung. Tidak terkecuali di Kabupaten Pacitan.

Namun demikian, tak sedikit dari masyarakat yang berasumsi, vaksin jenis sinovac yang telah disuntikan pada awal pelaksanaan vaksinasi massal sekitar pertengahan Mei lalu, konon hanya bisa bertahan sampai enam bulan.

Artinya, mereka yang telah mendapatkan suntikan sinovac harus mengulang setelah enam bulan, paska suntikan dosis kedua.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka, menangkal asumsi tersebut. Menurut dia, setelah sasaran mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama, sebulan hingga dua bulan berselang, mereka akan mengalami kenaikan imunitas yang tinggi.

Berbeda ketika seseorang belum mendapatkan vaksinasi. “Ada kenaikan imunitas, namun tak setinggi ketika telah mendapatkan suntikan vaksin. Analoginya seperti huruf S, naik namun tak begitu tinggi, dan kadang kembali menurun.

Berbeda ketika sudah divaksin, kekebalan akan meningkat tajam,” kata dokter yang akrab disapa Hendra ini, Jumat (30/7).

Lebih lanjut dokter yang pernah mendapat kesempatan tugas belajar ke Amerika Serikat ini mengungkapkan, setelah suntikan dosis kedua, imunitas akan terbangun kokoh sampai tahun pertama. Sementara pada tahun kedua, memang akan mengalami penurunan. Meski imunitas alami juga akan terbangun di tubuh seseorang.

“Ibarat pasukan, setelah di ‘boster’ mereka akan lebih kuat ketika mengahadapi serangan musuh (covid-19). Sekalipun sudah mulai mengalami penurunan, namun bala tentara sudah kenal dan tahu musuh yang menyerang.

Sehingga serangan covid-19, tak ubahnya seperti flue biasa, yang dapat dengan mudah disembuhkan oleh kekuatan antibodi,” jelasnya.

Lantas setelah dua tahun, apakah harus kembali mendapatkan vaksin? Hendra menegaskan, tidak perlu. “Antibodi akan terbangun secara alami, mesti tak sekuat pada tahun pertama,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed