Ikuti Petunjuk Pusat, GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan Juga Akan Tiadakan Isoman. Ini Penjelasan PLT Kepala Dinas Kesehatan

Uncategorized290 views

Pacitan- Gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, bakal mengikuti keputusan gugus tugas nasional, untuk meniadakan isolasi mandiri (isoman) bagi pasien covid-19 confirm.

Khususnya pasien yang berusia di atas 45 tahun serta memiliki penyakit bawaan atau komorbit. Itu dilakukan agar pasien cepat mendapatkan pertolongan ketika mengalami kondisi keburukan saat menjalani masa isolasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka mengatakan, mengenai peniadaan pasien isoman dengan persyaratan tertentu tersebut, masih dibahas dengan gugus tugas. “Kapan itu kami sudah menggelar rapat koordinasi yang dipimpin Pak Bupati, untuk penyediaan lokasi isolasi terpusat. Sehingga pasien positif covid-19 dengan syarat-syarat tertentu, akan bisa menjalani masa isoalasi secara terpusat. Tidak lagi berada dirumah,” kata dokter yang akrab disapa Hendra ini, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (31/7).

Hanya saja, lanjut Hendra, pada tahap awal pelaksanaan isolasi terpusat nantinya, baru menyasar untuk tingkat kabupaten dan kecamatan. “Waktu dekat ini segera dilaksanakan. Kita tengah mempersiapkan rumah saki lapangan, guna pelaksanaan isolasi terpusat tersebut,” jelasnya.

Mengenai lokasi isoter (isoalasi terpusat), gugus tugas sepakat menentukan wisma atlet yang akan dijadikan rumah sakit lapangan. “Harapan kami, dengan isoter, pasien akan lebih terkontrol. Baik ketersediaan makanan, obat-obatan dan vitamin, serta pengawasan dari tenaga kesehatan.

Sehingga ketika terjadi hal keburukan terhadap pasien, bisa segera tertangani,” beber Hendra.

Lantas siapa saja yang harus menjalani isoter? Menurut Hendra, usia sebenarnya bukanlah ketentuan pokok dalam melaksanakan isoter bagi pasien covid-19 confirm. Yang utama, kondisi kesehatan pasien.

“Meski mereka berusia belia, namun kalau ada penyakit penyerta atau komorbit, diharuskan menjalani isoter ditempat yang telah ditentukan. Langkah ini sebagai upaya menekan kasus kematian, yang sampai detik ini masih terus bertambah,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed