Bukan Hanya Covid-19, DBD dan Leptospirosis Harus Diwaspadai Masyarakat. Ini Penjelasan Direktur RSUD dr Darsono Pacitan

Uncategorized197 views

Pacitan- Kasus kepositifan covid-19 memang tengah mengalami ledakan pada dua bulan terakhir ini. Kendati begitu, masyarakat diharapkan juga waspada terhadap serangan demam berdarah dengue (DBD) dan leptospirosis.

Direktur RSUD dr Darsono Pacitan, Iman Darmawan mengatakan, disepanjang Tahun 2021, kasus leptospirosis tercatat sebanyak 11 kasus. Dimana enam diantaranya berasal dari Tulakan.

Sementara untuk DBD, lanjut mantan Kepala UPT Puskesmas Donorojo ini, sejak awal Januari hingga akhir Juli lalu tercatat sebanyak 79 kasus. “Paling besar terjadi pada April lalu, dengan 21 kasus DBD,” kata Iman, saat dikonfirmasi melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp, Rabu (4/8)

Dari sebanyak 79 kasus penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut, satu pasien diantaranya wafat. “Ada 1 pasien umur 87 tahun yang wafat dengan Anemia Hemolitik Ig M, Ig G positif. Untuk kasus leptospirosis tidak ada yang meninggal dunia,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Iman meminta seiring datangnya penghujan, agar masyarakat bisa merubah pola hidup dengan melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Jangan lupa tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan, utamanya 5M. Yaitu memakai masker, menjaga jarak fisik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun paling singkat selama 20 detik, sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Selain itu, minimalisir mobilisasi lintas daerah. Lebih baik tetap stay at home,” pesannya.

Disisi lain, Imam mengungkapkan, hingga pukul 16.00 Wib, sebanyak lima pasien covid-19 confirm dikabarkan berpulang. “Sampai pukul 16.00 Wib, ada lima pasien yang wafat,” pungkasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed