Bupati Aji Ngamen Is Ok. Tapi Konsepnya Yang Perlu Dibenahi. Ini Penjelasan Tokoh Seni Di Pacitan

Uncategorized222 views

Pacitan- Langkah Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, menumbuhkan kepekaan sosial dengan cara mengamen keliling di organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu warga masyarakat terdampak badai pandemi covid-19, mendapat apresiasi dari tokoh seni, Bambang Trenggono.

Bambang yang sempat ditemui awak media disebuah warung kopi Timur Pendopo Pemkab Pacitan mengatakan, disepanjang sejarah berdirinya Pacitan, baru kali ini ada seorang bupati yang memiliki jiwa seni. “Ini bagus, langkah yang dilakukan Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji, Red) mengamen keliling OPD. Mungkin tujuan beliau selain menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak covid-19, juga untuk menstimulus para ASN untuk lebih peka dengan sekelilingnya,” kata Bambang, Sabtu (14/8).

Namun begitu, sebagai pelaku seni di Pacitan, purna bakti ASN ini sedikit memberikan sumbangsih pemikiran, agar kedepan seandainya masih ada kegiatan seperti itu, bisa dikonsep lebih indah lagi. “Menurut saya, ngamennya Pak Bupati ini terlalu natural. Bagus sih, cuma kesannya seperti dipaksakan. Lebih bagus lagi kalau dikonsep sebelumnya dengan melibatkan para pelaku seni yang ada di di Pacitan.

Sehingga bukan hanya sekedar mengamen, tapi juga bisa memberikan nilai hiburan kepada masyarakat,” jelasnya.

Soal ngamen berkeliling dinas atau badan, Bambang tak berkenan memberikan pendapat. Mengingat saat ini ruang publik memang harus steril dari kerumunan. Kalau pun dipaksa, akan bertabrakan dengan regulasi penanganan covid-19. “Soal ngamennya bupati di OPD, monggolah. Sebab ruang publik memang steril dari kerumunan.

Saya hanya mengkritisi dari makna seninya yang masih perlu dikonsep lagi,” ujarnya.

Sementara itu sebagaimana diketahui, sebelum ngamen keliling OPD, Bupati Aji juga sempat melelang sepatu kesayangannya merek Compass.

Alas kaki yang hampir selama setahun lalu menemani hari-harinya untuk berkampanye, akhirnya laku terjual dengan nilai lumayan gede. Hasil dari penjualan sepatu tersebut, langsung disalurkan untuk penanganan bencana non alam coronavirus.

Sekedar informasi, sepatu Compass merupakan pabrikan lokal dari Sumur Bandung. Sepatu cat itu, memang dibanderol dengan harga tak begitu mahal.

Akan tetapi, untuk mendapatkan satu pasang sepatu merek Compass berbagai varian, bukan hal mudah. Sebab setiap varian sepatu hanya diproduksi terbatas.

Maka tak salah, bagi para penggemar alas kaki Compass, harus berselancar di dunia maya untuk bisa mendapatkan sepatu tersebut.

Itupun tak mesti bisa ditemui. Apalagi di store-store yang ada di mall-mall. Hampir bisa dipastikan, tak ada yang menjual sepatu tersebut.

Adapun varian sepatu Compass dan harga sebagai berikut
Mulai dari Gazelle low, GazelleHI, Gazelle 98 vintage low, Gazelle 98 vintage HI.

Gazelle low dijual dengan harga Rp.298.000, Gazelle HI dijual dengan harga Rp.338.000, Gazelle 98 vintage low dijual dengan harga Rp.398.000 dan Gazelle 98 vintage HI Rp.438.000. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed