Bupati Aji Besut SE Terkait Optimalisasi Penanganan Anak Yatim-Piatu

Uncategorized207 views

Pacitan- Kasus covid-19, banyak merenggut korban jiwa. Disepanjang pandemi global, ratusan jiwa warga Pacitan, menjadi korban keganasan virus asal daratan China tersebut.

Tak ayal bila detik ini banyak sederetan janda ataupun anak yatim/piatu yang perlu mendapat perhatian dari pemkab setempat. Karena itulah, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, terus menyalurkan bantuan. Utamanya kepada anak yatim/piatu yang orang tuanya berpulang gegara terinfeksi covid-19.

“Kemarin , Kamis 19 Agustus 2021 bertepatan dengan tanggal 10 Muharram, Saya melalui Camat Se-Kabupaten Pacitan menyalurkan santunan untuk anak yatim/piatu yang orangtuanya meninggal dunia karena Covid 19.

Santunan tersebut merupakan hasil donasi dari ASN dan dermawan yang dikumpulkan melalui kegiatan BUPATI NGAMEN,” kata bupati berlatar Partai Demokrat ini, dikutip dari laman pribadi akun pribadi media sosial Instagram @inb_indratanurbayuaji, Jumat (20/8).

Bertepatan dengan tanggal 10 Muharam, bupati juga mengeluarkan surat edaran yang menegaskan penanganan terhadap anak yatim-piatu di Pacitan.

“Selain itu, dalam momentum 10 Muharram ini secara kedinasan saya juga mengeluarkan surat edaran tentang Optimalisasi Penanganan Anak Yatim Piatu di Wilayah Kecamatan Dengan Konsep Pemberdayaan Masyarakat, dan menyalurkan bantuan pangan untuk yayasan yang menaungi anak-anak yatim piatu melalui PLT. Kepala dinas Ketahanan Pangan Kab. Pacitan,” jelasnya.

Masih dikesempatan yang sama keponakan Presiden ke enam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, juga sekilas memberikan penuturan terkait aksi ngamennya untuk menggalang donasi bagi warga terdampak badai pandemi covid-19.

“Mungkin banyak yang bertanya kenapa NGAMEN??
Perlu saya sampaikan, bahwa saya sangat menyadari sebagai BUPATI, saya memiliki tanggung jawab Kedinasan melalui kebijakan dan kewenangan yang secara kedinasan dapat saya pergunakan.

Namun saya juga menyadari, bahwa sebagai seorang yang diberikan amanah oleh rakyat dan sebagai seorang MANUSIA, ikhtiar saya tidak boleh terbatas kepada kewenangan yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan saja. Saya harus bisa melakukan sesuatu yang lebih dari sebuah kewenangan dalam kedinasan.

Saya juga sangat menyadari bahwa apa yang saya lakukan dapat menimbulkan pro dan kontra, dan saya siap dengan resiko tersebut. Saya meyakini bahwa niat baik Insya Allah akan menjadi sebuah kebaikan.
Matur suwun.
Terima kasih sudah berkenan mendengar suara saya. Semoga ada produser khilaf yang mengajak saya untuk rekaman. Wassalamu’alaikum wr. Wb,” tandasnya. (yun).

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed