BPBD Pacitan: Informasi Bencana Sebagai Bentuk Perhatian Khusus Pemerintah Pusat

Uncategorized108 views

Pacitan- Prediksi akan terjadinya gempa megatrusth dan gelombang tsunami yang pernah disampaikan BMKG berbarengan dengan kunjungan Menteri Sosial RI, baru-baru ini, sempat membuat kepanikan masyarakat.

Malah, ada juga yang menyampaikan pendapat informasi tersebut dikait-kaitkan dengan dinamika politik lokal.

Tentu pendapat tersebut perlu diluruskan agar tidak terjadi persepsi negatif bagi masyarakat. Sebab bagaimanapun juga, bencana alam tak lepas dari kuasa yang diatas. Sementara manusia, hanya bisa berikhtiar untuk sebisa mungkin meminimalisir terjadinya korban jiwa.

Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Pacitan, Dianita saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang disampaikan BMKG berkaitan dengan prediksi akan terjadinya gempa megatrusth dan tsunami, merupakan bentuk support pemerintah pusat, agar masyarakat bisa melakukan mitigasi terbaik.

“Kita ambil sisi positifnya saja. Apa yang disampaikan BMKG merupakan bentuk support dan mitigasi terbaik. Agar masyarakat siap, Pemkab’nya siap, kalau seandainya benar terjadi musibah bencana alam,” kata Dianita memberikan klarifikasi atas menguarnya kabar tak sedap berkaitan dengan prediksi bencana alam di Pacitan, Kamis (16/9).

Menurut Dianita, apa yang disampaikan BMKG, tentu tak lepas dari pendekatan keilmuan yang didasarkan pada sejarah kebencanaan pada ratusan tahun silam.

Termasuk di Kabupaten Pacitan, yang menurut sejarah pada kisaran Tahun 1840 memang pernah terjadi gelombang besar. “Peristiwa ini hampir terjadi menyeluruh di pesisir Jawa. Utamanya Banyuwangi sampai ke Pacitan. Sementara Kabupaten Pacitan yang terdampak paling parah.

Kita pahami, secara geografis wilayah Pacitan dikepung oleh teluk. Dari peristiwa tersebut, maka pemerintah pusat memberikan perhatian khusus bagi kita (Pacitan, red),” jelasnya.

Masih menurut Dianita, terkait beberapa hal di atas, ia meminta agar masyarakat bisa mengerti dan memahami apa yang telah disampaikan pemerintah pusat melalui BMKG.

Yang terpenting, ia mengharap kesadaran semua pihak. Bukan hanya pemerintah, namun juga dunia usaha, masyarakat atau komunitas, akademisi dan juga media. “Penanggulangan bencana, baik pra bencana, saat bencana ataupun pasca bencana harus dilakukan secara pentahelix, yaitu sinergitas semua pihak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, belum bisa dikonfirmasi. Kabar diterima, ia tengah mengikuti rapat dinas dengan bupati. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed