Kabupaten Pacitan Dijadikan Pilot Project SPM Oleh Kemendagri

Uncategorized155 views

Pacitan- Ibarat wanita seksi, Kabupaten Pacitan, terus menjadi daya tarik bagi pemerintah pusat. Terlebih dengan campur tangan bupati berjiwa muda, Indrata Nur Bayuaji, semakin membuat kampung halaman Presiden ke enam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjadi lirikan.

Salah satunya Dirjend Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri. Kabupaten Pacitan, akan dijadikan wakil Pemprov Jatim sebagai pilot projects implementasi terhadap hasil capaian penerapan standar pelayanan minimal (SPM) melalui sistem pelaporan SPM berbasis web.

“Selain Pacitan juga Kota Kediri. Kita mendapatkan kepercayaan dari Pemprov Jatim untuk dijadikan pilot projects,” kata Kabag Pemerintahan dan Kerjasama Setkab Pacitan, Hesti Suteki, Senin (4/10).

Menurut pejabat jebolan sekolah kedinasan ini, tak salah memang bila Pemprov Jatim menunjuk Pacitan untuk dijadikan pilot projects dari Program tersebut.

Sebab jauh sebelumnya kabupaten yang pernah dijuluki Kota 1001 Goa itu sudah lebih dulu membesut sebuah aplikasi pelaporan data capaian kinerja terintegrasi atau disingkat PANDAI-IN.

“Aplikasi tersebut akan memuat beberapa pelaporan berbasis digital sistem. Sehingga akan banyak mengurangi aktifitas tatap muka ditengah badai pandemi covid-19. Seperti misalnya, Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPP), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), dan laporan SPM. Dari aplikasi yang dibesut Dinas Kominfo itulah, sebagai pondasi awal kita ditunjuk sebagai kabupaten yang dijadikan pilot projects oleh Dirjen Bina Bangda (pembangunan daerah),” tutur Hesti Suteki.

Lebih lanjut pejabat eselon IIIA ini mengungkapkan, ada beberapa organisasi perangkat daerah sebagai pengampu dari kegiatan tersebut. Selain Bagian Pemerintahan juga ada Dinas PUPR, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Petanahan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Pastinya ada 7 OPD pengampu,” sebutnya.

Kapan kegiatan itu berjalan? Hesti Suteki menegaskan, saat ini sudah mulai on track. “Program awal ini masih tahap uji coba. Tentu pelaporan SPM di Pacitan akan terus dipantau. Jadi ketujuh OPD pengampu tersebut harus tertib dalam menyampaikan pelaporan,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed