Antisipasi Banjir Dan Tsunami, Perlunya Manejemen Sumber Daya Sedari Dini. Alat Berat Harus Segera Dipindahkan Ke Lokasi Yang Lebih Aman?

Uncategorized173 views

Pacitan- Manajemen sumber daya sangat diperlukan ketika musibah bencana alam berskala besar, seperti halnya gempa megatrusth yang disertai gelombang tsunami, menghempas suatu daerah.

Tidak terkecuali di Kabupaten Pacitan, yang selama ini masuk dalam lingkaran cincin api (ring fire).

Perlu disadari bahwa, bencana alam merupakan kehendak yang diatas. Meski begitu kesiap siagaan dan sinergitas semua pihak sangat diperlukan. Bukan hanya pemerintah, namun dunia usaha dan komunitas harus terlbat aktif semisal terjadi musibah bencana alam.

Terkait hal tersebut yang perlu menjadi perhatian khusus, yaitu keberadaan peralatan berat. Sebab alat berat menjadi kebutuhan vital yang harus tersedia ketika musibah bencana mendera.

Sementara selama ini, keberadaan alat berat yang tersebar di beberapa OPD teknis lingkup Pemkab Pacitan, Pemprov Jatim ataupun pemerintah pusat, terpusat di kawasan kota. Dimana merujuk rilis yang disampaikan BMKG, kawasan perkotaan di Pacitan, hampir 100 persen masuk sebagai kawasan jangkauan tsunami.

Untuk itulah perlunya manajemen sumber daya sedini mungkin, agar ketika terjadi musibah bencana, tidak akan gagap dan proses evakuasi bisa dilaksanakan secepat mungkin.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo membenarkan, perlunya manajemen sumber daya sedini mungkin.

Lantas bagaimana dengan keberadaan alat berat yang ada selama ini? Menurut Didik, memang posisi alat berat yang ada saat ini, masih berada di zona gelombang tsunami atau banjir. “Sebaiknya peralatan itu segera untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari kawasan banjir ataupun gelombang tsunami,” kata Didik, Rabu (7/10).

Namun begitu, lanjut mantan Kabid Kewaspadaan Dini, Bakesbangpol ini, untuk melaksanakan pemindahan alat berat tersebut juga harus mempertimbangkan aspek psikologis masyarakat. Jangan sampai mereka panik, ketika ada mobilisasi alat berat. “Kita juga perlu pertimbangan aspek tersebut. Karena itu, harus dilakukan bertahap agar situasi kebatinan masyarakat tetap kondusif. Persoalan ini sudah pernah kita cuplik dengan OPD terkait,” jelasnya.

Ditanya titik lokasi yang aman dari kawasan banjir atau terjangan tsunami, Didik menyebut ada dua. Yaitu di seputaran pasar hewan, Desa Semanten, Kecamatan Pacitan dan di TPA, Lingkungan Tamperan. “Dua lokasi itu yang dipandang sebagai kawasan bebas banjir ataupun gelombang tsunami. Sehingga ketika ada musibah bencana, peralatan tersebut siap siaga untuk dipergunakan,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed