Tak Mudah Pasangan Nikah Siri Bisa Mendapatkan Dokumen Adminduk. Ini Penjelasannya

Uncategorized166 views

Pacitan- Ternyata tak mudah bagi pasangan yang menikah dibawah tangan atau jamak diistilahkan nikah siri atau nikah tidak tercatat, untuk mendapatkan administrasi kependudukan.

Tak seperti yang digembar-gemborkan selama ini, bahwa negara mengakui pernikahan secara agama itu.

Administrator Data Base (ADB) yang juga petugas administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pacitan, Aviv Amrullah, mengatakan, tidak serta-merta pasangan nikah siri bisa mendapatkan dokumen administrasi kependudukan. Entah itu kartu keluarga (KK) maupun akta kelahiran, semisal yang bersangkutan memiliki anak dari hasil pernikahan siri tersebut.

“Sebelumnya mereka akan kita dorong untuk bisa melakukan isbat nikah sebelum mengajukan permohonan perubahan KK atau mendapatkan akta kelahiran dari hasil perkawinan dibawah tangan tersebut,” kata Aviv saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (5/11).

Lebih lanjut, Aviv menjelaskan, seandainya mereka tidak mau untuk melangsungkan isbat nikah, Dispendukcapil akan mendorong mereka untuk mengajukan unjuk pengesahan ke pengadilan. Baik pengadilan agama ataupun pengadilan negeri setempat.

“Itupun harus melalui berbagai proses termasuk tes DNA untuk membuktikan bahwa anak tersebut merupakan anak biologis dari pasangan suami-isteri yang melangsungkan pernikahan secara siri.

Jadi sebisa mungkin kami Dispendukcapil tetap memberi motivasi dan dorongan agar pasangan pernikahan siri bisa melangsungkan isbat nikah. Hal itu diharapkan sebagai upaya pengakuan dari negara, agar pernikahan mereka tercatat. Selama isbat nikah belum dilaksanakan atau pengesahan dari pengadilan belum dilakukan, tentu pernikahan mereka belum bisa tercatat secara negara,” bebernya.

Terkait sekilas penjelasan di atas, Aviv berharap agar masyarakat bisa memahami. Bukannya mempersulit masyarakat yang telah melangsungkan pernikahan secara agama untuk bisa mendapatkan dokumen administrasi kependudukan.

“Lebih baik menikahlah secara tercatat sehingga akan lebih mempermudah untuk mendapatkan dokumen kependudukan, utamanya akta kelahiran,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed