Banjir Di Pacitan, Bukan Disebabkan Kelestarian Hutan Yang Terganggu. Ini Penjelasan Kacabdin Kehutanan

Uncategorized282 views

Pacitan- Baru diguyur hujan sehari, sejumlah lokasi di seputaran Pacitan, kembali dilanda banjir.

Seperti di Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo, luapan air bah mulai menggenangi kawasan permukiman dan akses jalan desa. Demikian juga bencana tanah longsor kembali berlangsung di jalur lintas selatan (JLS) yang menghubungkan Pacitan-Trenggalek.

Terkait fenomena bencana alam tersebut, Kepala Cabang Dinas Kehutanan, Dinas Kehutanan Pemprov Jatim, wilayah Pacitan, Wardoyo menegaskan, persoalan banjir dan tanah longsor bukan disebabkan kelestarian hutan yang terganggu. Namun lebih dipengaruhi kondisi cuaca yang begitu ekstrim.

“Kasus tersebut sebagai dampak munculnya badai Lenina di selatan perairan Pulau Jawa. Sehingga mengakibatkan curah hujan yang begitu tinggi. Jadi kalau pun terjadi banjir, itu bukan disebabkan kelestarian hutan yang terganggu,” kata Wardoyo, yang saat itu tengah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan, Joni Maryono, Kamis (11/11).

Menurut Wardoyo, detik ini kesadaran petani hutan untuk menanam kayu-kayuan sangat tinggi. Terlebih dengan digulirkannya program kebun bibit desa (KBD) dan kebun bibit rakyat (KBR) serta hutan rakyat. “Tak lama lagi kita juga akan melaksanakan hari menanam pohon Indonesia (HMPI). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 26 November nanti dan di pusatkan di Desa Sempu, Kecamatan Nawangan,” jelasnya.

Lebih lanjut pejabat eselon III itu menegaskan, sangat tidak benar kalau mungkin ada anggapan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor disebabkan kelestarian hutan yang terganggu.

“Saat ini produksi kayu di Pacitan justru sangat melimpah. Sehingga salah kalau ada anggapan kayu di Pacitan mulai berkurang. Kesadaran masyarakat petani hutan untuk menanam sangat tinggi. Tentu saja kelestarian hutan rakyat sangat terjaga,” tukasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed