Bapenda Pacitan Hendak Lakukan Kajian Ulang Tehadap Potensi PBBP2 di PLTU, BRI dan Bank Jatim

Pacitan- Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Pacitan, terus diupayakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat.

Kepala Bapenda Pacitan, Sakundoko, dalam siaran persnya mengatakan, beberapa upaya yang dilaksanakan untuk optimalisasi pendapatan daerah yaitu dengan memaksimalkan pajak serta retribusi yang ada.

“Waktu dekat nanti seperti PLTU akan kita lakukan penilaian ulang, soal PBB P2’nya. Sebab sudah sekian tahun berjalan dan perlu dikaji ulang,” kata Sakundoko, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (25/11).

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan ini, objek pajak PLTU diakuinya sebagai potensi terbesar soal PBBP2 di Pacitan. “(PLTU) jadi potensi PAD, utamanya dari sektor PBB P2 tertinggi. Saat ini sedang proses penilaian atau pengkajian ulang,” jelasnya.

Terkait rencana kaji ulang tersebut, lanjut Sakundoko, pihaknya menggandeng Universitas Gadjah Mada guna melakukan appraisal. “Selain PLTU juga gedung perkantoran BRI dan Bank Jatim yang saat ini masih dilakukan penilaian ulang. Begitupun objek pajak lainnya. Saat ini sudah banyak bumi yang diatasnya berdiri bangunan,” tuturnya.

Selain PBBP2, Bapenda juga melakukan optimalisasi sektor pajak lainnya. Seperti hotel dan restoran misalnya.

Menurut Sakundoko, detik ini sudah ada 9 hotel maupun restoran yang dipasang taping box. Kesembilan hotel maupun restoran tersebut seperti misalnya hotel dan restoran Srikandi, Permata, Prasasti dan Istana Ombak.

“Mereka kita lakukan uji coba dengan sistem digitalisasi. Kegiatan ini bekerjasama dengan Bank Jatim,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed