Waspada Varian B11.529. IDI Pacitan Berharap 3T dan Juga 5M Harus Lebih Dintensifkan Lagi

Uncategorized112 views

Pacitan- Sejenak reda, sebaran virus SARS-CoV-2 strain baru B11.529 atau lebih familiar dengan sebutan varian super, mulai merambah belahan Afrika dan sebagian negara-negara Eropa.

Informasi berkembang, virus yang konon bisa mensiasati imun tubuh ini, sudah merambah ke 11 negara, termasuk Australia.

Dikhawatirkan, apabila dunia terus melakukan pembebasan perjalanan lintas negara, virus varian baru itu tidak menutup kemungkinan akan singgah juga di kawasan Asia.

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, Johan Tri Putranto, meminta, agar pemerintah utamanya gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19, bisa menindaklanjuti perkembangan strain baru covid-19 tersebut.

Menurut Johan, strain B11.529, merujuk penelitian dari para ilmuwan di Afrika maupun Eropa, penularannya lebih masih ketimbang varian delta. “Kami berharap pemerintah, baik itu gugus tugas nasional maupun yang ada di semua daerah untuk memfollow up informasi tersebut.

Setidaknya dengan lebih memperketat kembali perjalanan lintas negara. Terlebih mereka yang baru bepergian dari Afrika maupun negara-negara di Eropa,” kata dokter yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, Selasa (30/11).

Masih kata Johan, sekalipun virus strain super ini terbilang lebih masif penularannya, namun angka risiko kematian, sejauh ini masih dalam penelitian. “Bagi masyarakat di Pacitan, kami harapkan jangan jumawa sekalipun kita sudah masuk level II pelaksanaan PPKM.

Protokol kesehatan, utamanya 5M jangan sampai kendur. Demikian juga untuk kegiatan bepergian lintas daerah diharapkan bisa lebih diminimalisir apabila tidak begitu urgent. “Bagi tim kesehatan, kami juga berharap untuk kegiatan tracing, testing serta treatment (3T) tetap diintensifkan,” tuturnya.

Saat ditanya apakah benar kalau strain super ini bisa mensiasati imun tubuh, Johan menegaskan, sementara waktu ini hingga dua pekan kedepan, masih dalam kajian para ilmuwan di Afrika maupun Eropa.

Untuk jenis B11.529 ini, gejalanya lebih bersifat umum seperti gejala flue, yaitu kelelahan, nyeri otot disertai demam. Sedangkan pada varian delta, penderita sempat mengalami kehilangan indera penciuman.

“Namun vaksinasi dirasa masih punya peran signifikan dalam mendeteksi strain baru covid-19 tersebut. “Vaksinasi harus tetap berjalan dan bisa lebih dioptimalkan lagi,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed