Kepala Bappeda Pacitan: Jangan Sepenuhnya Bergantung Dana Perimbangan. Semua OPD Harus Optimalisasi Potensi Pendapatan Daerah

Pacitan- Kepala Bappeda Pacitan, Pamudji, menegaskan, agar daerah tidak sepenuhnya bergantung pada dana perimbangan.

Karena itu, kepada seluruh perangkat daerah penghasil, agar lebih mengoptimalkan potensi pendapatan yang ada.

“Kita harus berupaya agar tidak sepenuhnya bergantung pada dana perimbangan pusat dan daerah. Sebab belum tentu setiap tahun ada kenaikan. Malah pada tahun anggaran 2022, anggaran perimbangan kita banyak terpangkas,” kata Pamudji, saat dikonfirmasi di ruang Samitra Loka, Kamis (2/12).

Menurut Pamudji, sudah saatnya semua perangkat daerah melakukan optimalisasi potensi pendapatan yang ada. Seperti halnya PBB P2 dan juga
pariwisata.

Sektor ini menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar. Meski kenyataan di lapangan, masih banyak objek pajak yang belum sesuai dengan nilai kekinian.

“Sebaiknya sesegera mungkin untuk melakukan tinjau ulang, utamanya nilai jual objek pajak. Begitu juga lahan-lahan yang saat ini sudah berdiri bangunan. Ini perlu segera dikaji ulang,” tuturnya.

Saat ditanya berapa potensi PAD yang ada saat ini? Pamudji menegaskan, soal potensi itu kewenangan Bapenda. Hanya saja soal nominal PAD jauh mengalami penurunan dari tahun 2019 lalu. “Tahun ini PAD kita tak menyentuh angka 200 miliar. Hanya sekitar 198 miliar.

Sedangkan tahun 2019 lalu, PAD kita sudah menyentuh 200 miliar lebih. Mungkin karena pandemi global coronavirus disease covid-19,” tukasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed