Masifnya Mutasi Varian Omicron, IDI Rekomendasikan Penyuntikan Vaksin Boster

Pacitan- Belasan negara di belahan Afrika maupun Eropa tengah dipusingkan dengan kemunculan strain baru covid-19, B11 529 atau yang lebih dikenal dengan varian omicron.

Tak terkecuali Indonesia, juga sudah mulai ancang-ancang untuk menangkal mutasi virus SARS-CoV-2 varian baru tersebut.

Beberapa ilmuwan di Eropa dan Afrika telah merekomendasikan untuk dilaksanakannya vaksin boster guna menangkal mutasi omicron serta guna meminimalisir risiko kematian.

Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, Johan Tri Putranto menegaskan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan juga IDI pusat, memang telah mengambil langkah, yaitu merekomendasikan penyuntikkan vaksin dosis ke tiga atau lebih dikenal dengan vaksin boster.

“Kita (IDI) sudah melangkah. IDI pusat sudah merekomendasikan ke Kemenkes agar dilaksanakannya vaksinasi dosis ketiga, seiring masifnya mutasi virus SARS-CoV-2 strain omicron tersebut,” kata dokter yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, Senin (6/12).

Namun begitu, lanjut Johan, cakupan vaksinasi untuk dosis pertama dan kedua harus lebih diperluas dan dipercepat. Setidaknya 70 persen cakupan, dimana 60 persennya untuk lanjut usia (lansia). “Kita targetkan di awal tahun 2022 nanti, atau paling lambat di semester pertama, vaksin dosis ketiga harus sudah berjalan. Prioritas utama anak-anak sekolah atau mereka yang berusia 6-12 tahun,” tutur Johan.

Lebih lanjut, Johan mengatakan, meski mutasi varian omicron ini terbilang sangat masif, begitupun risiko penularannya jauh lebih dahsyat ketimbang varian delta, namun dengan suntikan vaksin dosis pertama dan kedua, dipandang sudah cukup sebagai benteng dari mutasinya varian super tersebut.

“IDI tetap mengupayakan secepatnya vaksinasi satu dan dua segera tuntas. Kemudian dilanjutkan dengan dosis ketiga atau vaksin boster tersebut,” jelasnya.

Johan menegaskan, apapun varian baru yang akan muncul, masyarakat diimbau tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan, utamanya 5M. Yaitu selalu memakai masker saat melakukan interaksi sosial, jaga jarak fisik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun, hindari berkerumun dan minimalisir mobilisasi lintas daerah yang tidak perlu.

“Kegiatan tracing, testing dan treatment (3T) harus terus berlanjut. Demikian juga masyarakat jangan jumawa, selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Apalagi saat liburan Natal dan tahun baru nanti. Ingat pandemi global coronavirus disease covid-19 belum berakhir,” tukasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed