One Gate Policy, Ibadah Umrah di Masa Pandemi

Uncategorized194 views

Pacitan- Alhamdulillah, ini kabar baik bagi seluruh umat Islam di tanah air. Pasalnya, keputusan pembukaan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah umrah Indonesia sudah diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah Indoensia dalam hal ini Kementerian Agama serta Kementerian/Lembaga terkait mulai mempersiapkan mitigasi persiapan prosedur keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Dalam rangka menyikapi keputusan diperbolehkannya pelaksanaan umrah bagj masyarakat Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi, Kantor Kementerian Agama Pacitan melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah melaksanakan koordinasi dengan agen/perwakilan PPIU terkait persiapan pelaksanaan umrah masa pandemi,” kata Agus Hadi Prabowo Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Pacitan, Selasa (07/12).

Agus menyatakan Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah telah mempersiapkan pelaksanaan Ibadah Umrah Masa Pandemi serta update informasi terbaru tentang umrah masa pandemi.

“Ditjen PHU Kemenag RI sudah menyusun skenario terkait dengan pelaksanaan ibadah umrah di akhir tahun ini,” papar Agus mengutip pernyataan Menteri Agama saat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR RI.

Skenario yang telah disusun diantaranya proses pemeriksaan kesehatan, tes PCR/Swab, pengecekan status vaksinasi (integrasi aplikasi PeduliLindungi pemerintah Indonesia dan Tawakalna dari pemerintah Arab Saudi), skema karantina, keimigrasian dan pengurusan dokumen perjalanan lainnya.

Termasuk menyiapkan skema One Gate Policy (OGT) atau sistem pengendalian pemberangkatan jemaah umrah secara terpusat. Karenanya untuk pelaksanaan ibadah umrah kali ini pelaksanaanya hanya dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

“Menteri Agama menegaskan bahwa pelaksanaan umrah saat ini dimaksudkan dalam rangka perlindungan keamanan dan keselamatan jemaah umrah serta upaya menyakinkan para mitra kita di Arab Saudi bahwa Indonesia telah secara serius dan baik dalam menyiapkan jemaah umrah berikut dengan penerapan protokol kesehatan sesuai standar sejak sebelum diberangkatkan,” tandas Agus.

Hal ini dimaksudkan jika umrah ini bisa diselenggarakan dengan baik maka sangat terbuka lebar ibadah haji juga bisa dibuka oleh pemerintrah Arab Saudi sebagaimana sebelum pademi Covid-19 melanda.

Sementara itu jemaah umrah asal Pacitan di salah satu agen Biro Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang ada di Pacitan tercatat sebanyak 30 jemaah yang siap untuk diberangkatkan dan telah melunasi biaya sebagaimana biaya referensi Kementeria Agama. Jumlah jemaah umrah ini bisa bertambah jika pandemi covid-19 reda.(yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed