Atlet Taekwondo Asal Pacitan, Juga Luput Terwadahi. Beragam Prestasi Akhirnya “Dicaplok” Daerah Lain

Pacitan- Bukan hanya atlet pencak silat dari Pacitan yang sempat moncer di event nasional. Tetapi atlet taekwondo, juga perlu diacungi jempol.

Namun sayang, keberhasilan sejumlah olahragawan dari kabupeten berjuluk, Kota 1001 Goa tersebut, terpaksa harus “dicaplok” daerah lain.

Sebut saja seperti Tropi Ramadhan. Putra kelahiran Pacitan, yang saat ini menempuh bangku perkuliahan di Surakarta itu, juga berulang kali menyabet medali emas, dan perunggu pada kejuaraan taekwondo tingkat nasional.

Iwan Rahmawan, orang tua dari Tropi Ramadhan, saat dikonfirmasi media mengatakan, sudah beberapa kali putra sulungnya itu menyabet kejuaraan level nasional. Apalagii pada kejuaraan antar mahasiswa, hampir bisa dipastikan, Tropi selalu menyabet kejuaraan.

“Sejak kecil anak saya itu memang suka olahraga beladiri, khususnya taekwondo. Dari ketekunannya melakukan latihan, hingga akhirnya setiap kali diterjunkan pada even kejuaraan tingkat provinsi ataupun nasional, Tropi, acap kali menyabet kejuaraan,” kata pria yang juga seorang aparatur sipil negara di lingkup Pemkab Pacitan ini, Rabu (15/12).

Namun sayang, beberapa prestasi yang diraih Tropi, terpaksa harus “diadopsi’ daerah lain, khususnya Provinsi Jateng.

Sebab, kata Iwan, di Pacitan memang belum ada organisasi yang mewadahi. Sekalipun ada KONI, namun untuk cabang olahraga taekwondo belum masuk dalam struktur organisasi.

“Ya mau nggak mau, daerah lain yang mewadahi. Semoga kedepan akan ada solusi. Sehingga atlet-atlet berprestasi dari Pacitan, bisa terwadahi,” harap Iwan.

Sementara itu, Ketua KONI Pacitan, Dyah Mentari Putri, belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Dyah mengatakan, tengah memimpin rapat. “Maaf Mas (wartawan, Red), saya lagi rapat,” kata Dyah melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed