IDI Pacitan Berpesan, Masyarakat Jangan Jumawa Seiring Masuknya Varian Omicron Ke Indonesia

Uncategorized121 views

Pacitan- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, berpesan agar masyarakat tidak memandang remeh sebaran covid-19 jenis B11.529 atau lebih jamak dengan sebutan strain omicron atau varian super.

Virus jenis baru ini mutasinya sangat-sangat masif. Kegesitan omicron telah terbukti jauh melebihi mutasinya virus delta. Meskipun untuk fatality rate dari jenis ini masih dalam kajian sejumlah ilmuwan di Afrika dan juga Eropa.

Menurut Wakil Ketua IDI Kabupaten Pacitan, Johan Tri Putranto, yang terpenting masyarakat jangan jumawa dan lebih disiplin lagi melaksanakan protokol kesehatan, utamanya 5M.

Yaitu selalu memakai masker saat melakukan interaksi sosial, menjaga jarak fisik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dan menghindari berkerumun. “Kembali minimalisir mobilisasi lintas daerah kalau tidak mendesak. Ingat bencana covid-19 masih berlangsung,” kata dokter yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, Sabtu (18/12).

Johan menjelaskan, gejala untuk varian omicron ini memang lebih universal, layaknya seperti gejala flue pada umumnya. Selain terasa lelah, penderita juga mengalami demam, namun tidak kehilangan indera penciuman atau rasa.

“Gejalanya lebih pada kelelahan dan demam. Tidak seperti varian delta, dimana penderita bisa mengalami kehilangan indera penciuman dan rasa,” jelasnya.

Berkaitan dengan karakter virus yang diduga bisa mensiasati imun tubuh, Johan menegaskan, masih dalam kajian para ilmuwan di hampir 77 negara yang saat ini sudah terpapar covid-19.

“Tetap jaga prokes dan segera melakukan vaksinasi. Apapun variannya, 5M sebagai bentengnya,” pesannya. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed