IDI Pacitan Tegaskan, Perlunya Penegakan Aturan Seiring Masuknya Varian Omicron Ke Tanah Air

Pacitan- Menindaklanjuti pernyataan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, mengenai penyesuaian dan pengetatan kembali PPKM seiring masuknya varian omicron ke Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pacitan, juga menyampaikan saran pendapat.

Wakil Ketua IDI Kabupaten Pacitan, Johan Tri Putranto, menegaskan, dalam menyikapi sebaran panyakit yang terbilang cukup ganas ini, sebaiknya tidak hanya berkutat pada persoalan aturan.

“Aturan itu perlu, namun pelaksanaan dan penegakannya yang harus kembali diperhatikan oleh semua pihak. Baik itu elemen gugus tugas, dan masyarakat luas. Hal tersebut mengingat, saat ini wabah covid-19 masih berlangsung,” kata dokter umum yang juga dipercaya sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, Senin (20/12).

Menurut Johan, detik ini pemerintah memang masih melakukan kajian-kajian terkait masuknya varian omicron.

Salah satunya dengan memberlakukan kembali PPKM sesuai kondisi di wilayah masing-masing. “Nanti pada tanggal 2 Januari 2022, baru akan kembali diberlakukan PPKM dengan level yang sama,” jelasnya.

Sementara di Pacitan, lanjut Johan, pemerintah setempat memang telah menerbitkan instruksi Bupati Pacitan nomor 2/2021, yang berkaitan dengan kesiapan libur Natal dan tahun baru ditengah pandemi global coronavirus disease covid-19.

“Sekali lagi, yang tak kalah pentingnya adalah pelaksanaan dari aturan itu dan penegakannya. Jangan sampai peristiwa memilukan pada Juli-Agustus lalu akan terulang di penghujung tahun ini. Mari kita bersinergi, untuk mencegah terjadinya tsunami covid-19 gelombang ketiga,” tukasnya.

Sementara itu, sebagaimana diketahui saat ini mutasi omicron sudah sampai ke tanah air. Awalnya, virus yang diklaim berasal dari Afrika Selatan tersebut telah menginfeksi satu orang warga. Belakangan jumlah penderita yang terpapar varian B11.529 sudah bertambah sebanyak 3 orang.

Karena alasan itulah, sehingga Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar PPKM diperketat kembali. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed