oleh

Cicik Optimistis, Piala Adipura Ke-12 Bisa Kembali Bertengger Di Pacitan

Pacitan – Dua tahun lebih dihempas badai pandemi coronavirus disease (covid-19), kompetisi perebutan supremasi tertinggi di bidang kebersihan dengan hadirnya piala Adipura seakan terlupakan.

Namun fakta yang terjadi, Kabupaten Pacitan, masih terus berpacu agar Adipura ke -12 bisa kembali bertengger di kampung halaman Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan, Cicik Rodhatul Jannah mengatakan, baru dua dari dilantik sebagai jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) untuk mengisi kekosongan kursi Kepala DLH, ia harus dihadapkan dengan tim penilai Adipura.

“Baru dua hari dilantik, saya harus dihadapkan dengan tim penilai Adipura. Penilaian yang dilakukan sangat senyap, yaitu sejak tanggal 31 Agustus hingga satu September lalu,” kata mantan Sekretaris Inspektorat Pacitan ini, Selasa (20/9).

Bagaimana hasilnya, Cicik menegaskan, masih sangat silent sekali. Terlebih pada tahapan penilaian kali ini, tak ada lagi pantau dua. Berbeda dengan mekanisme penilaian sebelumnya, dimana ada pantau pertama dan pantau kedua.

“Kali ini tidak ada pantau dua, jadi langsung penilaian,” jelasnya.

Meski begitu, Cicik optimistis bahwa supremasi tertinggi di bidang kebersihan, akan bisa kembali disumbangkan untuk Pacitan. “Hasilnya belum diumumkan. Namun Insha Allah Pacitan bagus sebagai kota bersih,” harap pejabat eselon IIB ini.

Cicik mengakui dari dari beberapa titik pantau yang sempat dikunjungi tim penilai, seperti pendopo kabupaten, pasar, dan beberapa sekolah di kawasan kota, memang ada beberapa titik tanpa komposter.

Namun tim penilai memaklumi, selama diterpa badai pandemi global coronavirus disease covid-19, pendanaan sangat cupet untuk refocusing penanganan penyakit asal daratan China tersebut.

“Insha Allah secara umum Pacitan baik. TPA juga tidak mengeluarkan polusi bau,” kata Cicik, seraya mengatakan usai
melakukan pemantauan di Pacitan, tim langsung bergerak menuju Ponorogo dan Trenggalek. (yun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed