oleh

Langit Pacitan, Terus Membiru. Demokrat Siap Songsong Cita-Cita Kemenangan Di Tahun Politik 2024

Pacitan – Pacitan is Demokrat. Demokrat is SBY. Semangat ini sepertinya masih akan terus menggelora pada dinamika tahun politik 2024.

Usai menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas), partai yang kelahirannya di bidani Presiden ke enam RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, akan semakin solid songsong, cita-cita kemenangan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Kabupaten Pacitan, Arif Setya Budi, dalam siaran persnya mengatakan, optimisme Partai Demokrat, panggung gelap di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, mulai bercahaya disorot lampu bernuansa biru pada Jumat (16/9/2022) siang.

Tirai hitam yang membentang perlahan terbuka. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan setelan jas biru melangkah penuh percaya diri menuju ke podium.

Kehadiran Agus disambut para kader dan pengurus Demokrat yang memenuhi tribun. Mereka, tidak terkecuali Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, berdiri sambil meneriakkan nama Agus.

“AHY, Presiden! AHY, Presiden! AHY, Presiden!” AHY merupakan sebutan bagi Agus Harimurti Yudhoyono,” kata politikus bintang mercy ini, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pacitan, Jumat (23/9).

Agus pun, lanjut pria yang akrab disapa ASB ini, menunggu kemeriahan itu mereda sebelum memulai pidato kebangsaannya dalam rangka menutup Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat yang berlangsung sejak Kamis.

“Demokrat siap untuk bangkit di 2024. Kepercayaan diri itu tidak terlepas dari kepemimpinan Agus yang mengedepankan prinsip 7K, yaitu kepemimpinan, kerja keras, keberanian, kecepatan, ketegasan, kesetiaan, dan kekompakan,” jelasnya.

Konsep itu terbukti mampu membangun soliditas internal untuk mempertahankan eksistensi partai. Misalnya, ketika terjadi kisruh karena ada pihak yang mencoba untuk merebut kursi kepemimpinan Demokrat melalui Kongres Luar Biasa Deli Serdang, Sumatera Utara, pada awal 2021.

Gaya kepemimpinan putra sulung mantan Presiden Yudhoyono itu juga menginspirasi para kader. Alih-alih membangun citra personal, Agus justru fokus membangun partai agar bisa kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Demokrat mulai kembali menjadi perhatian publik seiring dengan kepemimpinan Agus.

Hal itu terakumulasi dalam tren peningkatan elektabilitas Demokrat selama hampir tiga tahun terakhir. Merujuk survei Litbang Kompas, tingkat elektabilitas Demokrat pada Juni 2022 mencapai 11,6 persen, naik dibandingkan dengan survei yang sama pada Oktober 2019, yakni 4,7 persen. Raihan itu menempatkan Demokrat pada posisi ketiga setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (22,8 persen), Partai Gerindra (12,5 persen), dan disusul Partai Golkar (10,3 persen).

Tren yang sama terekam dalam survei lembaga lain, Charta Politika, misalnya. Pada survei yang dipublikasikan pada Juni 2022, elektabilitas Demokrat mencapai 7,2 persen. “Perolehan itu juga meningkat jika dibandingkan survei pada Januari 2019, yakni 4,5 persen,” sebut ASB.

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategis and International Studies (CSIS) Arya Fernandes sepakat,

kepercayaan diri di tubuh Demokrat memang mulai terbangun kembali. Hal itu setidaknya karena posisinya sebagai oposisi yang aktif memberikan pandangan alternatif terhadap kebijakan pemerintah cenderung berbuah insentif elektoral. Dari segi pemilih, Demokrat juga bisa menggaet sekitar 30 persen publik yang saat ini tidak puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Sejak dua tahun terakhir, seiring dengan kepemimpinan Agus, Demokrat juga melakukan banyak pembenahan internal, konsolidasi partai, dan pembangunan infrastruktur kepartaian yang lebih terlembaga,” kata Arya. (Red/yun).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed